Persingkat Waktu Perjalanan, Menteri PKP Usul Layanan KRL Ekspres

Persingkat Waktu Perjalanan, Menteri PKP Usul Layanan KRL Ekspres Persingkat Waktu Perjalanan, Menteri PKP Usul Layanan KRL Ekspres

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri PKP (Perumahan dan Kawasan Permukiman), Maruarar Sirait, belum lama ini memberi usul soal layanan KRL ekspres.

Dirinya mengusulkan agar layanan KRL Ekspres ini dapat digunakan untuk para pekerja yang tinggal di luar Jakarta.

Menurutnya, layanan KRL Ekspres bisa disediakan pada jam-jam tertentu.

Dirinya mencontohkan, misalnya saja dari Maja ke Tanah Abang, jadwal KRL Ekspres tersedia pada jam 6 pagi, jam 6 sore, atau jam 7 malam.

Lebih lanjut Maruarar menyebut, penyediaan layanan KRL Ekspres ini dapat memberikan kemudahan dan kecepatan perjalanan bagi para pekerja yang tinggal di luar Jakarta.

Selain itu, layanan ini dapat membuat kereta api lebih efisien karena tak perlu berhenti pada beberapa stasiun, dan dapat mempersingkat waktu perjalanan.

Layanan KRL Ekspres Pernah Dioperasikan

Sebelum diusulkan oleh Maruarar, ternyata layanan KRL Ekspres pernah dioperasikan terlebih dahulu.

Saat itu, layanan ini dibagi pada 3 kelas kereta. Diantaranya kelas ekonomi, ekonomi AC, serta ekspres.

Namun, pada Juli 2011, Ignasius Jonan yang saat itu menjabat sebagai Dirut PT KAI, menghapus kelas ekonomi AC dan ekspres. Kemudian diganti menjadi Commuter Line.

Pada tahun yang sama, Ignasius Jonan juga menghapus layanan layanan KRL Ekspres Jabodetabek.

Meski dapat mempersingkat waktu perjalanan, namun layanan KRL Ekspres membuat jumlah perjalanan KRL menjadi lebih terbatas.

Salah satunya kereta Pakuan Ekspres yang dahulu hanya bisa mengoperasikan 400 perjalanan, namun saat ini bisa mengoperasikan 1.060 perjalanan.

Kendati demikian, Menteri BUMN Erick Thohir telah menerima masukan dari Maruarar, namun belum merencanakan jumlah kereta maupun rutenya.

Sementara itu, Manager Public Relations PT Kereta Api Commuter Indonesia, Leza Arlan, mengatakan jika penyediaan layanan KRL Ekspres harus dikaji ulang agar tidak menghambat perjalanan KRL lainnya.

Foto : Istimewa