BSI: Kenaikan Jumlah Tabungan Haji 5,6 juta pada 2024

Jakarta, GPriority.co.id– PT Bank Syariah Indonesia Tbk berupaya mendorong pertumbuhan tabungan haji melalui platform digital. Dari lini bisnis haji, perusahaan mencatatkan tren kenaikan jumlah nasabah tabungan haji menjadi 5,6 juta pada akhir 2024. 

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan seiring dengan kenaikan jumlah penabung segmen haji, saldo tabungan haji juga menunjukkan tren peningkatan menjadi Rp 14,5 triliun pada 2024.

“Tren kenaikan jumlah nasabah tabungan haji menjadi 5,6 juta pada akhir 2024,” ujar Hery saat konferensi pers, Kamis (6/2).

Hery menekankan, langkah-langkah inovasi yang dilakukan untuk membuka potensi bisnis yang lebih luas serta transformasi digital telah memberikan dampak yang besar terhadap keberhasilan perusahaan dalam menjaga tren pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.

Pada 2024, perusahaan juga mencetak pertumbuhan pendapatan berbasis komisi sebesar Rp 5,51 triliun atau tumbuh signifikan sebesar 32,58 persen. Fee-based ratio sebesar 17,95 persen, lebih baik dari periode sebelumnya. 

Menurut Hery perusahaan mampu melewati tantangan dengan memanfaatkan potensi Islamic ecosystem yang hanya dimiliki oleh bank syariah. 

“Kami berhasil menggali potensi bisnis dari bisnis emas dan haji. Bisnis emas ini menjadi unique product BSI dan juga sebuah golden opportunity,” kata Hery.

Hery menyebut inovasi perusahaan dilakukan dengan membuka keran potensi baru dari bisnis emas baik gadai dan cicil emas yang memberikan kontribusi positif terhadap kinerja pembiayaan. 

Pada 2024, bisnis emas sebesar Rp 12,82 triliun atau tumbuh 78,18 persen. Adapun capaian ini ditopang oleh produk cicil emas yang melesat 177,42 persen menjadi Rp 6,40 triliun dan produk gadai emas yang naik 31,33 persen menjadi Rp 6,42 triliun.  

“Basis nasabah bisnis emas juga berkembang, dengan nasabah gadai emas bertumbuh 11 persen dan nasabah cicil emas naik 81 persen,” ucap Hery.

Dari dua peluang tersebut, perusahaan dapat menyeimbangkan pertumbuhan dana, pembiayaan, hingga transaksi e-channel melalui SuperApp BYOND by BSI yang secara resmi diluncurkan pada November 2024. Terbukti kombinasi Islamic ecosystem dengan inovasi pada digitalisasi transaksi berdampak positif pada pertumbuhan fee based income.

Peluncuran SuperApp BYOND by BSI merupakan terobosan perseroan untuk memudahkan transaksi nasabah di era digital. Peluncuran BYOND by BSI mendorong peralihan nasabah dan meningkatkan transaksi digital. 

Pada 2024, transaksi melalui e-channel sebesar 851,5 juta transaksi, sekitar 98,03 persen transaksi nasabah sudah menggunakan e-channel. Jumlah pengguna BYOND by BSI saat ini sebanyak dua juta user, dengan jumlah transaksi 16 juta. 

Selain BYOND by BSI, sejumlah channel untuk mempermudah transaksi juga diperluas dengan penambahan mesin ATM yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, merchant QRIS, serta BSI Agen. Kehadiran berbagai alternatif digital channel melengkapi layanan offline channel BSI sebanyak 1.039 outlet se-Indonesia. 

Hery menyampaikan untuk melengkapi layanan BYOND, dalam waktu dekat perusahaan akan merilis layanan terintegrasi dalam satu platform yang dapat memberikan seluruh solusi transaction banking bagi nasabah institusi dan perusahaan. Layanan terintegrasi tersebut akan sangat user friendly dengan berbagai top fitur diantaranya cash management, value chain financing, trade finance, custody dan investment. 

Komitmen Net Zero Emission

Perusahaan juga turut berkontribusi dalam melakukan green activity, di antaranya penyaluran pembiayaan keuangan berkelanjutan sebesar Rp 66,50 triliun atau naik dari Rp 57,7 triliun pada 2023. Portofolio pembiayaan berkelanjutan BSI ditopang oleh pembiayaan sosial sebesar Rp 52,40 triliun dan pembiayaan sumber daya alam yang berkelanjutan sebesar Rp 14,10 triliun. Perusahaan juga berhasil menerbitkan sustainability sukuk tahap I senilai Rp 3 triliun. 

Berbagai langkah implementasi perusahaan dalam menunjukkan komitmen net zero emission tersebut menempatkan BSI pada peringkat empat skor ESG tingkat global. “BSI juga mendukung low carbon economy pada setiap operasional dan bisnis dan perusahaan,” ujar Hery.

Dari sisi operasional, komitmen perusahaan ditunjukkan dengan pemakaian kendaraan operasional ramah lingkungan, membangun gedung ramah lingkungan, termasuk pengelolaan air limbah serta pencahayaan yang hemat energi. 

“Selain itu, kontribusi terhadap kemaslahatan umat juga dilakukan program sosio ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah serta advokasi,” kata Hery. 

Sebagai bank syariah, perseroan mengalokasikan 2,5 persen dari laba kotor sebagai zakat perusahaan. Total zakat sepanjang 2024 sebesar Rp 232 miliar atau naik 22 persen dari penyaluran pada tahun lalu. 

“Mudah-mudahan dengan memperkuat strategi yang dilakukan, dan istiqamah dalam membangun bank ini melalui satu aktivitas transaction banking yang kuat, suatu hari nanti BSI akan menjadi bank yang dibanggakan, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga di dunia,” kata Hery.

Foto: Shutterstock