Amerika Serikat Berhenti Beri Bantuan Militer ke Ukraina

Amerika Serikat Berhenti Beri Bantuan Militer ke Ukraina Amerika Serikat Berhenti Beri Bantuan Militer ke Ukraina

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan secara resmi telah  menghentikan seluruh bantuan militer ke Ukraina sejak Senin (3/3) malam, juga termasuk bantuan yang sedang dalam perjalanan.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh Juru bicara Departemen Pertahanan AS, John Ullyot. Namun dirinya menolak mengomentari terkait laporan penghentian pemberian informasi intelijen. Sementara itu, media AS melaporkan jika keputusan tersebut diambil hingga Ukraina menunjukkan komitmennya terhadap perundingan damai.

Menurut penasihat senior Gedung Putih Jason Miller, menyebutkan jika kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi ‘wortel dan tongkat’ Presiden Donald Trump untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Sementara, Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz juga membenarkan adanya ‘penghentian sementara’. Waltz juga menyatakan jika bantuan dapat dilanjutkan apabila tercapai kesepakatan dalam negosiasi mineral tanah jarang antara negara AS dan Ukraina.

Hanya Beri Bantuan Militer ke Israel dan Mesir

Sebelumnya, dilansir dari laporan Wall Street Journal, AS hanya akan memberi bantuan militer ke Israel dan Mesir, karena sejalan dengan kebijakan “America First” pemerintahan Donald Trump, yang mengutamakan kesesuaian bantuan asing pada agenda nasionalnya.

Pemerintah AS pun akan meninjau secara menyeluruh selama 85 hari, dan akan dilakukan sebelum Menteri Luar Negeri Marco Rubio merekomendasikan kelanjutannya. Sontak, langkah ini pun memicu beragam tanggapan dari berbagai belahan dunia.

Bagi para pendukung kebijakan, melihat tindakan ini sebagai upaya agresif untuk memastikan bantuan mendukung kepentingan nasional. Sementara itu, sejumlah mantan pejabat memperingatkan bahwa pengurangan bantuan dapat melemahkan posisi Amerika Serikat dalam bersaing dengan China.

Dilansir dari New York Times pada Selasa (28/1) lalu, penghentian bantuan militer dari Amerika Serikat berlaku untuk Ukraina, Taiwan, Lebanon, dan negara-negara mitra lainnya, termasuk anggota NATO.

Editor: Novita Intan

Foto : RNZ