Jakarta, GPriority.co.id – Bagi orang Indonesia, minum teh atau ngeteh, sudah menjadi kebiasaan yang turun-temurun. Hampir semua warung hingga restoran, pasti menyediakan teh sebagai pilihan minuman yang dapat dipesan pengunjung.
Namun benarkah ternyata minum teh saat makan ternyata tidak baik bagi kesehatan?
Secara umum, minum teh memang dapat meningkatkan kesehatan jantung, usus, bahkan mencegah kanker. Salah satu zat yang bermanfaat dan terkandung dalam teh adalah tannin, yang merupakan salah satu jenis antioksidan.
Sayangnya, tannin dapat bereaksi secara berbeda, apabila dikonsumsi langsung setelah makan. Tannin dikatakan dapat menghambat penyerapan zat besi non heme (zat besi yang berasal dari tumbuhan).
Jika sering dikonsumsi, bahkan dapat menyebabkan anemia (kekurangan darah). Kendati demikian, teh tetap boleh dikonsumsi. Namun anda harus memperhatikan waktu untuk meminumnya.
Waktu Terbaik Minum Teh
Pertama, cobalah untuk memperhatikan waktu minumnya. Alih-alih langsung minum teh setelah makan, lebih baik jika memberi jeda waktu antara 30 menit hingga dua jam setelah makan. Hal ini agar tubuh dapat menyerap nutrisi makanan terlebih dahulu.
Selain itu, pastikan agar anda mengonsumsi makanan secara seimbang. Pastikan jika anda makan, terdapat protein nabati, hewani, serta vitamin C, agar risiko gangguan penyerapan zat besi dapat berkurang.
Jika anda sangat suka minum teh, cobalah untuk mengganti waktu minumnya. Daripada setelah makan, cobalah untuk menikmati teh sore hari khusus relaksasi tubuh.
Namun perlu diingat, jangan meminum teh saat ingin tidur. Hal ini karena teh mengandung kafein layaknya kopi yang dapat menstimulasi otak dan membuat anda susah tidur.
Editor: Novita Intan
Foto : Ilustrasi/Getty Images
