Jakarta, GPriority.co.id – Kampanye untuk membiasakan diri jalan kaki 10 ribu langkah setiap hari, mungkin sudah sering anda dengar belakangan ini. Ternyata, jalan kaki sangat penting dilakukan, agar kita dapat lebih bergerak aktif.
Menurut penelitian, jalan kaki dapat melepas endorfin serta melepaskan stres. Dengan rutin berjalan kaki, seseorang juga dapat terbebas dari rasa kecemasan serta dapat lebih bahagia. Dari segi kesehatan organ tubuh, rutin berjalan kaki juga bisa membuat jantung lebih sehat, bahkan mampu menurunkan risiko stroke atau penyakit jantung.
Tak cuma sampai disitu, berjalan kaki setiap hari dalam ribuan langkah, juga dapat membuat otot, tulang, dan sendi semakin kuat. Ditambah lagi, jalan kaki dapat membuat tubuh menyerap kalsium sehingga tulang pun tidak mudah keropos.
Olahraga jalan kaki dianggap sebagai olahraga yang paling mudah dan murah, karena dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, tanpa perlu pergi ke tempat gym atau menggunakan alat olahraga apapun.
Dengan lebih konsisten melakukan jalan kaki setiap hari, juga dapat membantu menjaga berat badan anda. Tak heran jika olahraga ini juga sangat cocok bagi anda yang sedang menjalankan program penurunan berat badan.
Berdasarkan riset, olahraga jalan kaki secara rutin dikaitkan dengan umur yang lebih panjang serta risiko yang lebih rendah untuk terkena penyakit serius seperti diabetes dan demensia.
Jika jalan kaki diterapkan oleh banyak orang, juga dapat berdampak pada lingkungan. Dimana, akan lebih sedikit polusi akibat asap kendaraan dan udara serta lingkungan pun dapat lebih bersih dan nyaman.
Asal Muasal Jalan Kaki 10 Ribu Langkah Per Hari
Sebagai informasi, jalan kaki 10 ribu langkah per hari berasal dari pedometer Jepang di tahun 1960-an. Sebenarnya, angka tersebut tidak harus menjadi patokan untuk mendapat manfaat kesehatan.
Satu hal yang terpenting adalah menambah gerak atau lebih aktif bergerak dibandingkan biasanya.
Menurut penelitian, jalan kaki 5.000-7.000 langkah perhari saja bahkan sudah dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan membuat umur lebih panjang.
Editor: Novita Intan
Foto : Ilustrasi/Getty Images
