Perputaran Uang Lebaran 2025 Diprediksi Anjlok Hingga Rp 20 Triliun!

Perputaran Uang Lebaran 2025 Diprediksi Anjlok Hingga Rp 20 Triliun! Perputaran Uang Lebaran 2025 Diprediksi Anjlok Hingga Rp 20 Triliun!

Jakarta, GPriority.co.id – Lebaran menjadi salah satu momen utama perputaran uang di Indonesia. Sayangnya, pada lebaran 2025 ini, perputaran uang diprediksi anjlok hingga Rp 20 triliun.

Hal ini dilaporkan oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang. Dirinya mengatakan jika perputaran uang lebaran 2025 diprediksi akan mengalami penurunan Rp 20 triliun atau 12,3% dari tahun sebelumnya.

Sarman menjelaskan, penyebabnya yaitu karena berkurangnya jumlah pemudik. Berdasarkan survei dari Kemenhub dan akademisi, jumlah pemudik pada 2025 diperkirakan mencapai 146,48 juta pemudik (52% dari total penduduk Indonesia).

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, mencapai 193,6 juta pemudik, maka angka tersebut mengalami penurunan hingga 24%.

Faktor Jumlah Pemudik dan Perputaran Uang Menurun

Selain itu, menurunnya jumlah pemudik dan perputaran uang tahun ini dikarenakan oleh beberapa faktor, seperti :

– Jarak libur Natal dan Tahun Baru dengan Idul Fitri yang berdekatan, sehingga masyarakat tak lagi berencana liburan.

– Kondisi ekonomi saat ini yang membuat masyarakat cenderung menghemat pengeluarannya.

– Kian maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

– Adanya penurunan daya beli masyarakat.

– Faktor cuaca yang mempengaruhi niat masyarakat untuk pulang kampung.

“Bank Indonesia telah mempersiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp 180,9 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2025. Namun diprediksi jika Uang Layak Edar tersebut tidak akan terserap sepenuhnya,” ungkap Sarman.

Kendati demikian, Sarman mengatakan jika perputaran ekonomi selama Lebaran 2025 akan tetap menggairahkan ekonomi lokal dan memberikan dampak positif pada berbagai sektor usaha, diantaranya sektor industri makanan dan minuman, fashion dan ritel, pedagang sembako, pariwisata, serta transportasi.

Lebih lanjut, Sarman berharap jika konsumsi rumah tangga yang meningkat selama Lebaran 2025 dapat membuat pertumbuhan ekonomi Kuartal I-2025 mencapai lebih dari 5%.

Foto : Dok. Bank Indonesia