Jakarta, GPriority.co.id – Untuk pertama kalinya, Lawang Sewu digunakan untuk sholat Idulfitri 1446 H pada Senin (31/3) sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Lawang Sewu yang merupakan bangunan bersejarah di Semarang, Jawa Tengah, mencatat sejarah baru dengan menjadi lokasi pelaksanaan sholat Idulfitri. Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Wisata, Agung Wahyu Wibawanto, menyatakan acara ini merupakan bagian dari rangkaian libur Lebaran dan terbuka untuk masyarakat secara gratis.
Pada Minggu (30/3) kemarin, persiapan sedang dimatangkan dengan melibatkan warga serta tokoh setempat guna memastikan kelancaran acara, termasuk pemilihan khotib dan tamu undangan.
Adapun sholat Idulfitri berlangsung di lapangan tengah utama Lawang Sewu, yang mampu menampung sekitar 700 jemaah, mulai pukul 05.30 hingga 08.30 WIB.
Selain sebagai perayaan Idufitri, acara ini juga bertujuan menghilangkan kesan mistis yang selama ini melekat pada Lawang Sewu. Pihak penyelenggara berharap inisiatif ini dapat menjadikan bangunan bersejarah tersebut tidak hanya sebagai ikon wisata, tetapi juga sebagai tempat yang dapat membawa kedamaian dan makna religius bagi masyarakat Semarang.
Sejarah Singkat Lawang Sewu
Dilansir dari laman Kemenparekraf, Lawang Sewu merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada zaman kolonial Belanda di tahun 1900an. Bangunan ini menjadi saksi bisu dari peristiwa pertempuran lima hari yang berlangsung pada tahun 1945 antara Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) dengan tentara Jepang.
Dalam bahasa Jawa, “lawang” berarti pintu, dan “sewu” bermakna seribu atau menjadi kata yang mewakili angka paling banyak di zaman dahulu. Sehingga “Lawang Sewu” memiliki arti seribu pintu. Namun, jika dilihat dari jumlah aslinya, Lawang Sewu ini memiliki 928 pintu. Hanya kurang 72 pintu.
Terletak di jantung kota Semarang, tepatnya di Jl. Pemuda, semula Lawang Sewu merupakan kantor administrasi kereta api Belanda bernama Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).
Foto : Dok. Pemkot Semarang
