Jakarta, GPriority.co.id – Presiden AS Donald Trump, menyatakan keinginan kuat jika dirinya ingin serius menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat untuk ketiga kalinya. Kendati Konstitusi AS secara tegas melarang seseorang terpilih lebih dari dua kali, Trump mengatakan ada ‘beberapa metode’ untuk menyiasati hal tersebut.
Trump juga mengklaim banyak orang yang akan mendukungnya. Senada, pendukung Trump juga berpendapat bahwa Amandemen ke-22 hanya melarang seseorang ‘terpilih’ lebih dari dua kali, bukan melarang mereka naik jabatan melalui jalur suksesi.
Adapun salah satu skenario yang diusulkan Trump yaitu mencalonkan diri sebagai wakil presiden dan naik jabatan jika presiden terpilih mundur.
Kendati demikian, para ahli hukum menegaskan jika Amandemen ke-12 melarang seseorang yang tidak memenuhi syarat sebagai presiden untuk menjadi wakil presiden. Oleh karena itu, strategi tersebut kemungkinan tidak sah secara hukum. Selain itu, ssulan amandemen konstitusi juga muncul dari anggota Partai Republik, walaupun prosesnya sangat sulit dan kecil kemungkinan disetujui.
Menurut laporan dari AFP News, banyak pihak terutama dari Partai Demokrat, yang menentang gagasan tersebut yang dianggap sebagai ancaman terhadap demokrasi. Hal ini didukung oleh pendapat para pakar yang menegaskan jika tidak ada celah hukum yang sah untuk mengizinkan masa jabatan ketiga bagi presiden.
Sebagai informasi, satu-satunya presiden AS yang menjabat lebih dari dua periode adalah Franklin D. Roosevelt, yang terpilih dalam empat kali sebelum batas dua periode disahkan dalam Amandemen ke-22.
Janji Pulihkan Amerika Serikat
Jika ditarik mundur pada bulan November lalu, Donald Trump resmi dinyatakan menang Pilpres AS 2024. Dalam pidato kemenangannya, Trump berjanji akan kembali pulihkan Amerika Serikat.
Dalam pidatonya, selain mengucapkan terima kasih kepada warga AS yang telah memilihnya, Trump juga secara tegas berjanji akan memulihkan Amerika Serikat dengan berbagai cara.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada jutaan warga Amerika karena telah hadir dalam jumlah yang sangat banyak dan memberikan kemenangan. Kami akan membalas budi dan melakukan pekerjaan terbaik kami. Kami akan membalikkan keadaan, dengan segala cara. Hari ini akan dikenang sebagai hari ketika rakyat Amerika kembali menguasai negara ini,” ujar Trump.
Editor: Novita Intan
Foto : Dok. Getty Images
