Prabowo Ingin Evakuasi 1.000 Warga Gaza ke Indonesia

Prabowo Ingin Evakuasi 1.000 Warga Gaza ke Indonesia Prabowo Ingin Evakuasi 1.000 Warga Gaza ke Indonesia

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo mengumumkan rencananya untuk mengevakuasi warga sipil yang terluka dari Gaza, Palestina, menyusul serangan Israel baru-baru ini, untuk menerima perawatan medis di Indonesia.

Ia menyatakan bahwa sekitar 1.000 warga Gaza akan dievakuasi pada gelombang pertama, dengan penerbangan khusus yang disediakan untuk transportasi mereka.

“Kami siap mengirim pesawat untuk mengangkut mereka. Kami perkirakan jumlahnya akan menjadi seribu orang untuk gelombang pertama,” kata Prabowo saat konferensi pers pada Rabu (9/4), seperti dikutip dari ANTARA.

Ia menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Sugiono akan dikirim untuk mengoordinasikan rencana tersebut dengan pemerintah Palestina dan otoritas setempat untuk memastikan evakuasi berjalan lancar.

Prabowo juga menekankan bahwa evakuasi bersifat sementara dan bersyarat.

“Syarat pertama adalah mendapatkan persetujuan dari semua pihak. Orang-orang Palestina itu hanya akan berada di sini sementara sampai mereka pulih. Setelah kondisi di Gaza stabil, mereka harus kembali,” katanya.

Tuai Kontroversi Dari Banyak Pihak

Usai mengumumkan rencana tersebut, banyak pihak yang mengkritik Presiden Prabowo, salah satunya penyanyi muda Nadin Amizah. Melalui instagramnya, Nadin berpendapat bahwa warga Gaza membutuhkan tanahnya sendiri, ketimbang dievakuasi ke wilayah lain.

“Palestina tidak butuh pengungsian atau evakuasi. Mereka butuh kebebasan, mereka butuh tanah mereka. Kita bergerak ke arah yang salah,” tulis Nadin pada postingan Instagram stories-nya.

Sebagai informasi, sebelumnya pada bulan Februari, Presiden AS Donald Trump menegaskan jika warga Palestina tidak lagi memiliki hak untuk kembali ke Jalur Gaza, lantaran ia berencana menguasai dan membangun kembali wilayah itu.

Melalui wawancara bersama media Fox News, pada Selasa (11/2), Trump mengatakan jika warga Palestina akan diberikan tempat tinggal permanen di lokasi lain, yang ia anggap lebih baik. Pernyataannya tersebut dapat dipastikan akan memicu kemarahan dari warga Palestina, pemimpin Arab, serta  komunitas internasional.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. Setneg