Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan ini FYP (For Your Page) TikTok sedang dihiasi dengan karatker animasi dengan bentuk aneh, yang diketahui bernama Tung Tung Sahur. Tren baru yang menjamur di media sosial ini dikenal dengan istilah ‘Italian Brainrot’.
Dilansir dari laman Know Your Meme, Italian Brainrot merupakan serangkaian video AI, karya seni, serta meme bergaya brainrot yang menggabungkan hewan dengan objek-objek seperti pesawat, kelapa, atau memberi mereka fitur antropomorfik, khususnya kaki.
Meme semacam ini muncul pertama kali pada awal Januari di TikTok, dengan diawali oleh meme Tralalero Tralala sebelum akhirnya menciptakan serangkaian makhluk lain yang menyebar berkat kreasi pengguna-pengguna lainnya.
Saat ini, Italian Brainrot sudah bukan sekadar jadi meme, namun juga diadopsi sejumlah brand untuk tetap relevan. Hal tersebut dibuktikan dengan konten TikTok dari sejumlah brand seperti Ryanair dan Samsung Belgia. Taktik ini terbilang efektif, karena views konten tersebut melambung tinggi jika dibandingkan dengan konten-konten lain yang dibuat oleh merk-merk tersebut.
”Gen Z menyukai konten yang terasa spontan, surealistis, dan dibuat untuk konsumsi instan. Brand yang cerdas mengenali hal ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ritual partisipasi. Mereka bukan sekadar ikut-ikutan tren, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka paham leluconnya,” ujar Francesco De Nittis, Manager dari agensi multinasional Human Centric Group.
Riset: 76% Gen Z Main TikTok Untuk Lihat Konten Lucu
Jika dilihat dari riset GWI, mengatakan jika 76% Gen Z memilih TikTok untuk melihat konten-konten lucu. Sementara laporan dari Lifewire menyebut jika 57% Gen Z menggunakan konten video pendek untuk meriset produk.
Italian Brainrot menjadi cepat diserap karena merupakan meme humoris. Bahkan konsumsi konten brain rot sudah begitu masif. Hingga Oxford University Press pun menjadikan kata “Brain Rot” sebagai Oxford Word of The Year 2024.
Foto : YouTube/Mister Cempreng GG
