Jakarta, GPriority.co.id – Â Sebuah inovasi bernilai positif digagas oleh Kementerian Kehakiman Brazil. Dimana, hukuman narapidana dapat dikurangi 4 hari setiap mereka membaca dan mengulas 1 buku.
Program “Remisi melalui Membaca”, yang diluncurkan pada tahun 2012 oleh Kementerian Kehakiman Brazil, memungkinkan narapidana untuk mengurangi hukuman mereka dengan membaca buku-buku yang disetujui dan menulis esai reflektif, seperti dilansir dari akun Instagram @unescouil.
Untuk setiap tinjauan buku yang disetujui dan diajukan, narapidana dapat menerima pengurangan hukuman selama empat hari, dengan maksimum 12 tinjauan per tahun, yang totalnya dapat dikurangi hingga 48 hari dari hukuman mereka.
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan minat membaca, tetapi juga untuk menumbuhkan pemikiran kritis, kreativitas, dan perspektif yang terinformasi di antara narapidana.
Dengan menumbuhkan kecintaan terhadap membaca, program ini berupaya untuk mengurangi residivisme dan membantu narapidana dalam membayangkan masa depan yang lebih baik.
Bantu Narapidana Punya Pikiran yang Lebih Positif
Salah satu narapidana bernama Edson Reinehr melaporkan jika program ini merangsang pikiran mereka dan membantu para narapidana untuk fokus pada pikiran positif.
Disamping itu, para pendidik yang terlibat juga menekankan bahwa tujuan program ini selain mengurangi hukuman, juga bercita-cita untuk mengubah kehidupan setiap narapidana dengan memberikan pengetahuan dan pengayaan budaya, serta memungkinkan mereka untuk berintegrasi ke dalam masyarakat dengan pandangan baru yang lebih baik.
Foto : Dok. Getty Images
