Robert Francis Prevost Terpilih Sebagai Paus Ke-267

Robert Francis Prevost Terpilih Sebagai Paus Ke-267 Robert Francis Prevost Terpilih Sebagai Paus Ke-267

Jakarta, GPriority.co.id – Setelah melalui proses konklaf (pemilihan Paus baru), akhirnya kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, resmi terpilih sebagai Paus ke-267, menggantikan Paus Fransiskus.

Robert Francis Prevost terpilih sebagai Paus ke-267 dalam konklaf Vatikan pada Kamis (8/5), dan dirinya mencatat sejarah sebagai Paus pertama asal AS.

Dirinya mengambil nama Paus Leo XIV sebagai simbol arah baru kepemimpinannya. Saat pertama kalinya tampil di balkon Basilika Santo Petrus, sambutan meriah umat Katolik memenuhi Plaza Santo Petrus, sebagai bentuk harapan baru terhadap kepemimpinan Paus non-Eropa. Pemilihannya diumumkan lewat asap putih dari Kapel Sistina, yang sudah menjadi tradisi selama berabad-abad.

Sebagai informasi, konklaf dimulai Rabu (7/5) dan diikuti oleh 133 kardinal dari 70 negara. Proses pemilihan Paus baru tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, diiringi doa dan Litani Para Kudus, serta pengawasan ketat dari Garda Swiss.

Demi menjaga kerahasiaan, para kardinal diasingkan dan tak memiliki akses komunikasi luar. Mayoritas dua pertiga suara akhirnya sepakat memilih Prevost.

Sebagai informasi, lebih dari 80 kardinal yang ikut dalam konklaf merupakan penunjukan dari Paus Fransiskus, yang wafat bulan lalu di usia 88 tahun, usai memimpin selama 12 tahun lamanya.

Tak Masuk Dalam Daftar Calon Kardinal Terkuat

Menariknya, nama kardinal Robert Francis Prevost bukanlah nama yang masuk dalam daftar calon kardinal terkuat untuk menjadi Paus selanjutnya.

Sebelumnya, ada 5 nama kardinal yang masuk dalam daftar tersebut. Diantaranya Luis Antonio Tagle dari Filipina, Pietro Parolin dari Italia, Peter Turkson dari Ghana, Peter Erdő dari Hungaria, dan Angelo Scola dari Italia.

Pemilihan Prevost atau Paus Leo XIV disebut telah diprediksi oleh Presiden Donald Trump sebelumnya. Ia menuai kritik dari sejumlah umat Katolik, usai mengunggah gambar dirinya sebagai Paus yang dibuat dengan teknologi AI (kecerdasan buatan).

Foto : Dok. SkyNews