Jakarta, GPriority.co.id – Selama 6 bulan menjabat sejak dilantik pada bulan Oktober lalu, Presiden Prabowo mengatakan jika dirinya telah menyelamatkan uang negara, yang jumlahnya bahkan mencapai ratusan triliun.
Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo, kendati dirinya tak merinci jumlah pastinya. Melalui sambutannya pada agenda Kongres IV PP Tidar pada Sabtu (17/5) lalu, Prabowo menyatakan bahwa pemetaan yang dipimpinnya selama enam bulan terakhir berhasil mengungkap berbagai kasus korupsi di tanah air.
Prabowo turut menyoroti bahwa hampir setiap hari aparat penegak hukum berhasil membongkar praktik korupsi di Indonesia, kendati menghadapi berbagai bentuk intimidasi dalam menjalankan tugasnya dalam membasmi praktik ini.
Meski menemukan banyak tantangan dalam prosesnya, Prabowo secara tegas menyatakan akan tetap berkomitmen untuk memberantas korupsi di Indonesia tanpa pandang bulu dan menegakkan keadilan.
Lebih lanjut, dirinya juga tak akan gentar meski mengetahui ada aparat yang diancam, diawasi, bahkan diteror. Kini, di usianya yang sudah menginjak 73 tahun, Prabowo menyatakan bahwa tujuan utamanya ialah untuk meninggalkan warisan nama baik sebagai Presiden yang berani melawan korupsi dan menuntaskan tanggung jawabnya kepada rakyat Indonesia.
“Saya tidak gentar. Usia saya 73 tahun, saya hanya ingin meninggalkan nama baik, dan akan melaksanakan tugas saya. Saya akan tegakkan keadilan, melawan segala bentuk korupsi di Republik ini tanpa pandang bulu,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Berdasarkan survei dari Litbang Kompas, tercatat data bahwa sebanyak 80,9 persen warga Indonesia merasa puas akan pemerintahan Prabowo-Gibran, dalam masa 100 hari kerja. Hasil survei tersebut bahkan jauh melampaui kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi pada periode yang sama di tahun 2015.
Adapun menurut survei tersebut, faktor utama kepuasan ini ialah karena adanya kebijakan populis seperti program bantuan sosial dan kepemimpinan yang dinilai lebih merakyat.
Selain itu, tingkat keyakinan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran juga mencapai angka 89,4 persen. Angka tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat yang besar pada tahap awal masa kinerja keduanya.
Foto : Dok. BPMI Setpres
