Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) mendorong Bulog agar membangun gudang di daerahnya. Langkah ini untuk memenuhi kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Hal ini disampaikan Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh saat melakukan audiensi di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Rabu (6/8).
“Kita butuh gudang logistik atau depo di sana dan butuh kehadiran bulog di Mahakam Ulu untuk bisa membantu Pemda Mahulu mengatasi kesulitan bahan-bahan pokok atau bahan pangan di sana,” kata Bonifasius.
Bonifasius mengatakan, Mahulu yang merupakan daerah perbatasan masih ketergantungan ketersediaan bahan pokok dari Kabupaten penyangga seperti, Kabupaten Malinau (Kalimantan Utara), Kabupaten Kutai Barat hingga Kabupaten Kutai Kartanegara.
Apalagi, Bonifasius mengaku akses menuju Mahulu hanya dapat melewati sungai yang kerap meluap akibat musim hujan dan dangkal ketika musim kemarau.
“Tapi yang menjadi masalah lagi ketika logistik itu tidak bisa lagi disalurkan di sana. Beras akan habis, kita tahu konsekuensinya, apabila tidak ada beras ya kelaparan dan sebagainya,” tuturnya.
Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Mahulu Stephanus Madang menjelaskan jika gudang Bulog dibangun masyarakat memperoleh beberapa dampak positif. Seperti, Petani lokal terbantu dengan kepastian penyerapan hasil panen.
Kemudian, kata dia, masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga wajar, penurunan angka biaya distribusi logistik dan pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan.
“Harapan kami juga ini bisa menurunkan biaya distribusi dan logistik dan pengurangan kemiskinan dengan peningkatan kesehatan petani,” kata Sekda.
Lebih lanjut, Sekda Stephanus menuturkan Pemkab Mahulu akan membuat kajian sederhana, menyertakan dokumen-dokumen pendukung usulan lokasi pendirian gudang/depo tersebut.
“Pemkab Mahulu mengharapkan Bulog bisa berkunjung ke kabupaten dan meninjau lokasi dilapangan yang akan dihibahkan untuk mengkaji lebih lanjut,” ucapnya memungkasi.
Hadir dalam audiensi tersebut Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, Sekda Mahulu Stephanus Madang, Kadiskomifostaper Mahulu Markus Wan serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
