Andovi da Lopez Ungkap PR Besar Indonesia di Usia 80 Tahun

Aktivis Muda Andovi da Lopez saat ditemui GPriority di Kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta pada Jumat (15/8). Foto: GPriority/Dimas A Putra Aktivis Muda Andovi da Lopez saat ditemui GPriority di Kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta pada Jumat (15/8). Foto: GPriority/Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Menyambut usia ke-80 tahun Republik Indonesia, Aktivis Muda Andovi da Lopez menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan rumah (PR) fundamental yang harus segera dibenahi untuk mewujudkan makna kemerdekaan yang utuh.

“Masih banyak PR fundamental yang harus dilakukan Indonesia,” tegas Andovi saat ditemui di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (15/8).

Menurutnya, usia 80 tahun bagi sebuah negara tergolong muda jika dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya. Oleh karena itu, pembenahan dari berbagai lini menjadi sangat penting, bukan hanya sekadar merayakan kemerdekaan secara simbolis.

“80 tahun tuh tua dibanding gue yang baru 30 tahun, tapi relatif muda dibanding banyak negara lain. Jadi masih banyak progres yang harus dikejar dan masalah yang harus diselesaikan,” ungkapnya.

Disisi lain, Andovi juga menyoroti peran vital generasi muda, terutama mahasiswa, dalam mendorong perubahan menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Ia menekankan pentingnya menggunakan hak istimewa dalam pendidikan untuk menyuarakan ketidakadilan.

“Kalau kalian punya privilege pendidikan, harus dipakai untuk bersuara dan menyuarakan segala bentuk ketidakadilan di Indonesia,” ujarnya.

Walau target Indonesia Emas 2045 kerap dijadikan bahan candaan, Andovi tetap optimis terhadap peran anak muda sebagai agen perubahan.

“Semangat! Meskipun banyak yang bercanda soal Indonesia Emas 2045, saya percaya anak muda adalah kunci untuk mewujudkannya,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar Indonesia di usia yang lebih matang ke depan bisa semakin serius dalam membenahi hal-hal mendasar demi terciptanya keadilan bagi seluruh rakyat.