Animator Pakistan Tuntut ‘Merah Putih One For All’ Usai Royalti Aset Tak Dibayar

Junaid Miran, Animator asal Pakistan yang Tuntut 'Merah Putih One For All' Usai Royalti Aset Tak Dibayar/Foto : LinkedIn Junaid Miran, Animator asal Pakistan yang Tuntut 'Merah Putih One For All' Usai Royalti Aset Tak Dibayar/Foto : LinkedIn

Pakistan, GPriority.co.id – Seorang animator dan digital artist asal Pakistan, Junaid Miran, menghebohkan publik usai menuntut film animasi ‘Merah Putih One For All’, beberapa waktu lalu.

Miran menyebut, film animasi yang disebut merupakan ‘karya anak bangsa’ tersebut menggunakan 6 aset karakter ciptaannya tanpa izin. Miran mengaku tak menerima bayaran sepeserpun ataupun kredit atas penayangan film Merah Putih One For All.

Untuk menuntut pembuat film animasi Merah Putih One For All, Miran pun membutuhkan dukungan, terutama dari sisi kebutuhan logistik serta biaya perkara. Pasalnya, menuntut hukum di negara lain memang membutuhkan banyak biaya. Mulai dari biaya pengacara, administrasi, hingga biaya perjalanannya.

Padahal, Miran sendiri hanyalah seorang seniman independen yang tak dinaungi studi besar. Pemasukan yang didapatnya bergantung pada penjualan karya secara mandiri. Ia pun meminta bantuan dari netizen.

Kini Miran menyebut sedang mempersiapkan karya khusus untuk penggalangan dana agar bisa menuntut pembuat film animasi Merah Putih One For All. Kabarnya, Miran sudah mempersiapkan 10 file dengan resolusi 6K, dan sudah disesuaikan dengan tema khusus (budaya Indonesia dan merah putih).

Nantinya karya tersebut dapat dibeli di laman Patreon dengan harga USD 5 atau setara dengan Rp82 ribu.

“Jika mencapai target dana jumlah spesifik untuk biaya hukum, saya berjanji akan menjalani ini sampai tuntas,” tegasnya.

Miran menyebut jika para pembeli karya tersebut dapat menggunakannya untuk meraih keuntungan. Ia pun mengaku tak akan menagih royalti dalam bentuk apa pun. Ia bahkan rela menjual karyanya tersebut dengan harga semurah mungkin, agar bisa berjuang mengumpulkan dana guna menyewa pengacara dan mengajukan tuntutan.

Sebagai informasi, film animasi Merah Putih One For All bercerita tentang persahabatan anak-anak dari berbagai budaya di Indonesia yang kemudian bersatu untuk menyelamatkan bendera merah putih yang hilang. Film ini disebut mengusung pesan persatuan dan keberagaman.

Kendati mengandung pesan positif, sayangnya dari sejak penayangan trailer-nya, film ini banjir kritik dari warga Indonesia. Mereka menilai kualitas grafis dari animasi Merah Putih One For All tak sebanding dengan besaran biaya yang telah dikeluarkan.

Berdurasi 70 menit, kabarnya film animasi Merah Putih One For All menghabiskan budget hingga Rp6,5 miliar, walaupun proses pembuatannya terbilang singkat mulai Juni 2025 lalu dan selesai dua bulan kemudian.