Jakarta, GPriority.co.id – Keponakan Presiden Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau akrab disapa Sara mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra periode 2024-2029.
Pengumuman pengundiran dirinya itu disampaikan lewat akun Instagramnya pada Rabu (10/9).
“Dengan ini saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada Fraksi Gerindra,” kata Sara lewat unggahan di akun Instagramnya, Rabu (10/9).
Dalam kesempatan itu, Sara juga menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang sempat menjadi sorotan pada 28 Februari 2025 lalu.
Profil Rahayu Saraswati Djojohadikusumo
Sara memiliki nama lengkap Rahayu Saraswati Dhirakanya Joyohadikusumo. Ia lahir di Jakarta pada 27 Januari 1986.
Sara merupakan putri dari Hashim Djojohadikusumo yang merupakan adik kandung Presiden Prabowo Subianto. Sepupu Sara adalah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dan Ketua Fraksi Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono yang merupakan putra dari Bianti Djiwandono, kakak Prabowo dan Hashim.
Wanita berusia 39 tahun ini menempuh pendidikan dasar (SD) di Tarakanita 2 (1992-1998). Setelahnya, dia melanjutkan sekolah menengah pertama di United World College, Singapura (1998-1999). Lalu, Sara melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di College du Leman Swiss (1999-2003).
Lalu, Sara melanjutkan jenjang Sarjana di University of Virginia, Amerika Serikat. Namun hanya bisa bertahan 2,5 tahun atau hingga 2005.
Dia kemudian pindah ke London dan setahun ikut kursus seni peran di The International School of Screen Acting (2006-2007) setelah sebelumnya ikut kursus di New York Film Academy di Universal Studios, Los Angeles, Amerika Serikat.
Kemudian, pada tahun 2009 Sara memulai karir sebagai artis peran di film “Merah Putih” sebagai Senja.
Tak berlangsung lama menjadi artis peran, Sara kemudian terjun ke dunia politik menjadi Kabid Advokasi Perempuan di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra pada 2008.
Pada tahun yang sama, Sara juga didapuk menjadi Kabid Pengembangan Peranan Perempuan di Tunas Indonesia Raya atau organisasi sayap Partai Gerindra.
Sara pernah menjadi Wakil Ketua Umum di Satuan Relawan Indonesia Raya (2008 – 2009).
Kemudian, pada Pemilu 2014, Sara mencalonkan diri sebagai anggota legislatif untuk daerah pemilihan Jawa Tengah IV dan berhasil lolos ke Senayan.
Pada periode selanjutnya, Sara kembali mencalonkan diri di Pemilu Legislatif 2019, namun gagal.
Tak menyerah, Sara lantas maju di kancah pemilihan kepala daerah, sebagai calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan di Pilkada 2020.
Saat itu, Sara didampingi Muhamad, mereka menantang petahana Benyamin Davnie. Namun, Sara-Muhamad gagal.
Pada Pemilu Legislatif 2024, Sara pun kembali maju sebagai anggota DPR dan akhirnya terpilih, saat itu ia juga aktif dalam TKN Prabowo-Gibran, menjabat sebagai Wakil Komandan TKN Fanta.
Dalam internal partai, Sara menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Selain itu, ia juga aktif di organisasi sayap Gerindra, yakni Tunas Indonesia Raya (Tidar), Sara menjabat sebagai ketua umum.
Meski menjadi politisi, Sara juga terkenal sebagai aktivis yang menentang praktek perdagangan orang. Sara merupakan inisiator sekaligus Ketua Umum JarNas Anti TPPO.
Pewarta : Fifi Abdurahman
