Rahayu Saraswati Ungkap Alasan Mundur dari Kursi DPR RI 

MKD DPR tolak mengunduran diri Rahayu Saraswati sebagai anggota DPR RI dari fraksi Gerindra/Foto Instagram @rahayusaraswati MKD DPR tolak mengunduran diri Rahayu Saraswati sebagai anggota DPR RI dari fraksi Gerindra/Foto Instagram @rahayusaraswati

Jakarta, GPriority.co.id – Keponakan Presiden Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Dhirakanya Joyohadikusumo alias Sara, mengejutkan publik dengan pengumuman pengunduran dirinya sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029.

Keputusan ini diambil menyusul serangkaian pernyataan kontroversial yang Sara sampaikan dan memicu reaksi keras dari masyarakat.

“Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada Fraksi Partai Gerindra,” kata Sara melalui akun Instagram pribadinya, @rahayusaraswati, Rabu (10/9).

Dalam kesempatan itu, Sara menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf atas pernyataannya yang dinilai telah mengecewakan masyarakat.

Dia menjelaskan bahwa pernyataan yang dianggap menyinggung tersebut disampaikan saat ia menjadi narasumber dalam podcast ANTARA TV berjudul On The Record.

Dalam podcast berdurasi 42 menit itu, Sara membahas berbagai isu penting, mulai dari hak-hak perempuan hingga ekonomi kreatif.

Namun, kata dia, pada menit ke-25.37 detik sampai menit ke-27.40 detik, ada pernyataannya yang dianggap menimbulkan api amarah masyarakat.

Dalam pernyataannya, Sara mengatakan bahwa anak muda seharusnya mandiri dengan mendirikan usaha, alih-alih hanya bergantung pada industri padat karya dan pemerintah. Menurut dia, pihak yang masih bergantung itu seperti orang yang terjebak di zaman kolonial.

“Tidak ada maksud maupun tujuan dari saya sama sekali untuk meremehkan bahkan merendahkan upaya dan usaha yang dilakukan oleh masyarakat, terutama anak-anak muda yang ingin berusaha tetapi menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan,” ucap Sara.

Sara menambahkan bahwa ia hanya ingin mendorong entrepreneurship, terutama di zaman transformasi digital yang membuka peluang seluas-luasnya di dunia ekonomi kreatif.

Maka dari itu, wanita berusia 39 tahun ini meminta masyarakat untuk menonton kembali podcast-nya agar memahami konteks pernyataannya.

“Saya paham betul bahwa memulai usaha tidaklah mudah. Namun saya menyadari bahwa saya memiliki privilege yang sangat besar dan keluarga, termasuk suami, yang mendukung saya berusaha,” tuturnya.

“Kesalahan sepenuhnya ada di saya,” tambah Sara.

Pewarta: Fifi Abdurahman