Kenapa Menurunkan Berat Badan Kian Sulit Seiring Bertambah Usia? Ini Jawabannya

Ilustrasi orang dengan kelebihan berat badan (obesitas)/Foto : Dok. iStock Ilustrasi orang dengan kelebihan berat badan (obesitas)/Foto : Dok. iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Seiring bertambah usia, banyak orang ingin mengembalikan bentuk tubuhnya seperti saat muda. Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan berat badan.

Namun, penelitian terbaru mengungkapkan jika diet ekstrem dapat membahayakan para lansia. Selain itu, menurunkan berat badan akan semakin sulit seiring bertambahnya usia. Pasalnya, metabolisme seseorang secara alami akan melambat.

Akibatnya, kalori yang terbakar pun akan semakin sedikit. Di sisi lain, juga terjadi Sarkopenia, kondisi hilangnya massa otot seiring bertambahnya usia dan perubahan hormonal pada wanita juga bisa menjadi penyebabnya dan pada akhirnya mempengaruhi penyimpanan lemak, sebagaimana dilansir dari NY Post.

Obesitas Turunkan Kemampuan Kognitif

Muzi Na, seorang profesor madya ilmu gizi melakukan penelitian terhadap 4.300 orang dewasa selama 11 tahun. Ia mengukur komposisi tubuh serta kemampuan kognitif mereka mulai dari belajar, berpikir, mengingat, bekerja, hingga berkomunikasi.

Ia mendapatkan hasil mengejutkan, dimana orang dewasa dengan perubahan berat badan terbesar mengalami penurunan kognitif dua hingga empat kali lebih banyak. Hasil yang sama ditemukan ketika para peneliti membandingkan variabilitas lingkar pinggang dan indeks massa tubuh dengan variabilitas penurunan kognitif.

Muzi Na menemukan fakta bahwa obesitas, terutama pada usia paruh baya, menjadi faktor risiko yang signifikan terhadap penurunan kognitif seseorang. Jaringan lemak berlebih menjadi penyebab utama peradangan kronis yang dapat merusak otak.

Muzi Na pun menyarankan untuk tetap menjaga berat badan secara stabil hingga usia lansia.

“Seseorang bisa menimbang berat badannya pada waktu yang sama di pagi hari setelah bangun tidur, sebelum sarapan, dan setelah ke kamar mandi sambil mengenakan pakaian yang sama,” ujarnya.

“Ini akan memberi mereka data berat badan yang konsisten. Apabila berat badan tidak stabil, anda harus mulai memperhatikan gaya hidup,” tutupnya.