Prabowo Janji Bagikan Smart TV Untuk 330 Ribu Sekolah Hingga Akhir 2025

Presiden Prabowo bersama Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat meninjau salah satu sekolah yang sudah menggunakan teknologi Smart TV/Foto : Biro Setpres Presiden Prabowo bersama Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat meninjau salah satu sekolah yang sudah menggunakan teknologi Smart TV/Foto : Biro Setpres

Jakarta, GPriority.co.id – Guna mendukung fasilitas dalam dunia pendidikan, Presiden Prabowo berjanji akan membagikan Smart TV untuk 330 ribu sekolah, hingga akhir 2025 mendatang.

Pembagian Smart TV ini nantinya akan merata ke seluruh sekolah-sekolah di Indonesia. Langkah ini diambil Prabowo guna mendukung pembelajaran jarak jauh, pemerataan akses pendidikan, serta mengatasi keterbatasan tenaga pengajar.

Menurut Prabowo, sistem ini memungkinkan para siswa untuk mendapatkan ilmu dari guru-guru terbaik melalui siaran jarak jauh, ditambah dengan dukungan materi interaktif mulai dari animasi hingga konten digital yang dapat diakses kapanpun, bahkan lewat ponsel.

“Ada guru-guru terbaik, tiap mata pelajaran akan kita seleksi. Mungkin 20-30 guru terbaik. TIap mata pelajaran akan siaran dari studio jarak jauh. Berarti secara teoritis, guru ini bisa bantu semua kelas di seluruh Indonesia,” ujar Prabowo pada Jumat (12/9) kemarin.

Menurut laporan, Smart TV yang akan dibagikan Prabowo memiliki layar 75 inchi, dengan spesifikasi mode 75WM61FE. Beroperasi menggunakan Android 13 dan dibekali kapasitas memori 16 GB. Papan pintarnya juga membutuhkan tegangan listrik 100-240 voult, dan nantinya akan terintegrasi dengan akun Merdeka Belajar. Ditambah lagi, Smart TV ini dilengkapi berbagai aplikasi untuk menunjang pembelajaran di sekolah.

Smart TV ini dibagikan ke semua sekolah mulai dari jenjang TK hingga SMA, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta elite. Pembeliannya menggunakan anggaran Kementerian Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kabarnya Smart TV tersebut bermerk Hisense, dan per unitnya senilai Rp26 juta.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan program pelatihan intensif untuk tenaga pendidik, supaya dapat memanfaatkan fasilitas baru ini. Secara tegas Prabowo mengatakan jika pengembangan Sekolah Rakyat dan pemanfaatan teknologi pendidikan bukanlah sekadar wacana semata.

Ia menekankan jika program berkelanjutan akan diwujudkan setiap tahunnya. Langkah tersebut ia yakini dapat meningkatkan kualitas pendidikan nasaional, serta membuka peluang belajar yang lebih merata bagi seluruh siswa di Indonesia.