Komisi X DPR Setujui Anggaran Kemendisdasmen 2026 Rp55,4 Triliun

Rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (15/9/2025)/Foto Tangkapan Layat YouTube DPR RI Rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (15/9/2025)/Foto Tangkapan Layat YouTube DPR RI

Jakarta, GPriority.co.id – Komisi X DPR RI menyetujui pagu definitif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendisdasmen) RI tahun anggaran 2026 sebesar Rp55,4 triliun. 

Keputusan tersebut diambil dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (15/9/2025).

Rapat kerja diawali dengan paparan Abdul Mu’ti yang menjelaskan usulan penambahan anggaran. 

Ia menyampaikan bahwa pada 2026 Kemendisdasmen mendapat alokasi sebesar Rp55 triliun atau sekitar 7 persen dari total anggaran pendidikan. 

“Pada tahun 2026, Kemendisdasmen memperoleh alokasi sebesar Rp55 triliun atau sekitar 7 persen dari total anggaran pendidikan. Berdasarkan rapat Panja Belanja Pemerintah Pusat tanggal 11 September 2025, Kemendisdasmen mendapatkan tambahan anggaran Rp400 miliar sehingga total menjadi Rp55,4 triliun,” ujar Abdul, Senin (15/9/2025). 

Usai pemaparan, para anggota Komisi X DPR RI memberikan tanggapan sebelum Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian membacakan kesimpulan rapat. Ia menegaskan bahwa seluruh fraksi menyetujui keputusan tersebut.

“Semua fraksi setuju dengan keputusan Badan Anggaran terkait penambahan anggaran 2026. Kita yakin masih ada kesempatan untuk berjuang bersama-sama. Kami menghargai Pak Menteri atas rencana komunikasi dan laporan capaian yang sudah luar biasa, meski masih ada hal-hal yang harus berkelanjutan dan anggaran yang tersedia mungkin belum sepenuhnya memadai,” ujar Hetifah.

Rincian Anggaran 2026

Hetifah merinci alokasi anggaran Kemendisdasmen tahun 2026 yang terbagi dalam lima program utama, yakni:

  • Program Wajib Belajar 13 Tahun: Rp26,5 triliun
  • Program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran: Rp20,7 triliun
  • Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi: Rp3,1 triliun
  • Program Pembangunan Kebahasaan dan Kesastraan: Rp198 miliar
  • Program Dukungan Manajemen: Rp4,7 triliun

Meski telah disepakati, Hetifah menekankan bahwa keputusan ini masih bersifat sementara. Baik Komisi X maupun Kemendisdasmen berharap akan ada tambahan anggaran di kemudian hari.

“Dengan demikian pagu definitif Kemendisdasmen ‘sementara’, tadi semua pakai kata sementara ya, walaupun sudah definiti tapi sudah ‘sementara’. Itu untuk menunjukkan optimisme kita dan kita harus terus yakin, tadi tidak ada yang tidak mungkin jika kita berjuangan dengan satu  ketulusan hati dengan masyarakat banyak, ” kata Hetifah sambil tertawa. 

Pernyataan itu kemudian dikonfirmasi oleh Abdul Mu’ti. “Setuju untuk sementara,” jawabnya, yang disambut gelak tawa peserta rapat. Setelah itu, Hetifah mengetukkan palu tanda persetujuan.

Pewarta : Fifi Abdurahan