Parepare, GPriority.co.id – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI), Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., melakukan kunjungan kerja ke Kota Parepare, Sulawesi Selatan, pada Senin (6/10).
Dalam kunjungan tersebut, Dirjen menghadiri tiga agenda penting di lokasi berbeda, yakni Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), peletakan batu pertama pembangunan asrama santri, serta penguatan kelembagaan madrasah.
Seperti diketahui, program PKG merupakan program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia. Program ini dirancang untuk mendeteksi dini penyakit serta mencegah perkembangannya lebih lanjut.
Di Parepare, PKG dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren DDI Ujung Lare melalui kolaborasi dengan UPTD Puskesmas Lakessi. Program ini menyasar sekitar 200 siswa sebagai peserta pemeriksaan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dirjen Pendis Kemenag RI, H. Amien Suyitno, didampingi Ketua DPRD Kota Parepare H. Kaharuddin Kadir, Kepala Kemenag Parepare H. Fitriadi, Rektor IAIN Parepare Kiyai Hannani, Pimpinan Pontren DDI Lil Banat KH. Abdurrahman Fasieh, serta Kepala UPTD Puskesmas Lakessi Drg. Hj. Diana.
“Screening yang kita lakukan pada anak juga dapat dilakukan untuk masyarakat umum. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain tinggi badan, pemeriksaan telinga, gula darah, tekanan darah, mata, serta pemeriksaan gigi,” ungkap Hj. Diana, Kepala Puskesmas Lakessi.
Sementara itu, Dirjen Pendis menegaskan pentingnya program ini sebagai amanah langsung dari Presiden.
“Tentu setelah kami melihat langsung, dan wawancara singkat dengan anak-anak, Alhamdulillah rata-rata semuanya baik-baik saja, sehat wal afiat. Tetapi yang ingin kami pastikan adalah program ini harus berjalan dengan baik. Lebih-lebih ini program yang merupakan mandat dari Pak Presiden,” jelas H. Amien Suyitno.
Ia juga mengimbau agar pihak pondok benar-benar memastikan semua santri mengikuti pemeriksaan.
“Karena rugi kalau tidak ikut, karena ini akan menggambarkan rekam medis setiap santri,” tambahnya.
Ia berharap rekam medis tersebut dapat dimanfaatkan untuk antisipasi ke depan.
“Semoga para santri sehat semuanya, dan kita dukung program Pak Presiden, program yang betul-betul pro-rakyat untuk mengangkat kesehatan masyarakat sejak usia di bangku pendidikan,” pungkasnya.
Peletakan Batu Pertama Asrama Ponpes
Usai pelaksanaan PKG, rombongan Dirjen Pendis melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Zubdatul Asrar NU, untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama santri. Diketahui, pada 23 Agustus 2025 lalu, pondok pesantren ini mengalami kebakaran hebat yang menghanguskan tiga asrama rumah panggung.
Melalui bantuan berbagai pihak, proses pembangunan kembali dimulai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh H. Amien Suyitno, kemudian diikuti oleh Ketua DPRD Kota Parepare H. Kaharuddin Kadir, Kepala Kemenag H. Fitriadi, serta Pimpinan Ponpes Zubdatul Asrar NU Kiyai Hannani.
Penguatan Kelembagaan Madrasah
Agenda terakhir kunjungan Dirjen Pendis Kemenag RI adalah ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Parepare, dalam rangka penguatan kelembagaan bagi guru-guru madrasah se-Kota Parepare.
Dalam sambutannya, H. Amien Suyitno menyampaikan pentingnya mengembalikan kurikulum pendidikan ke fitrahnya.
“Kenapa fitrah? Karena pembelajaran apapun, bahkan profesi apapun yang kita kerjakan harus berbasis cinta. Kalau Bapak/Ibu tidak mencintai madrasah dan pondok pesantren kita ini, saya yakin tidak akan betah berada di madrasah atau pondok pesantren,” ucapnya.
Ia juga mendorong para guru untuk tetap bersemangat dan tidak mudah jenuh dalam menjalankan tugasnya.
“Lebih baik kita capek bekerja, daripada capek cari kerja,” pungkasnya.
Selain itu, dalam kunjungan ini, Ponpes DDI Lil Banat serta beberapa madrasah lingkup Kemenag Kota Parepare juga menyerahkan proposal pengembangan fasilitas pendidikan kepada Dirjen Pendis.
