Jakarta, GPriority.co.id – Staf Khusus (stafsus) Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya video dan unggahan di media sosial yang menimbulkan kesan seolah rombongan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyalip rombongan Sri Sultan Hamengku Buwono X di lampu merah.
Herzaky menyayangkan sejumlah akun media sosial, media daring, dan individu yang menyampaikan pendapat tanpa melakukan klarifikasi.
Menurutnya, hal ini menimbulkan persepsi keliru bahwa rombongan yang terekam melintasi lampu merah di depan Sri Sultan adalah milik Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Padahal, menurut Herzaky, setelah menghadiri kegiatan di Gunungkidul bersama Sri Sultan, Menko AHY meninggalkan lokasi sekitar 30 menit lebih awal karena memiliki agenda lanjutan di Kota Yogyakarta.
“Kalau ada yang membuat pernyataan bahwa itu rombongan Menko AHY, tentu tuduhan ini tidak benar dan tidak berdasar. Pak Menko AHY sudah meninggalkan tempat sekitar 30 menit lebih awal mendahului Sri Sultan. Jadi, tidak mungkin Pak Menko AHY malah tertinggal dan harus mendahului Sri Sultan di lampu merah seperti terlihat di video,” tegasnya dikutip, Senin (13/10).
Herzaky juga mengimbau agar pihak-pihak yang menyampaikan komentar di ruang publik, terutama dari instansi pemerintah, lebih berhati-hati dan mengedepankan prinsip klarifikasi atau tabayyun sebelum menyampaikan pernyataan.
“Saran kami, lain kali lebih baik tabayyun, bertanya terlebih dahulu kepada teman-teman yang berada di lokasi kegiatan sebelum terkesan asal berkomentar ke media. Apalagi sampai membuat pernyataan yang merugikan pihak lain,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar publik dapat menelusuri nomor pelat merah dari kendaraan dalam video yang beredar untuk mengetahui instansi mana yang sebenarnya terlibat.
Herzaky juga mengkritisi sejumlah akun media sosial yang menyebarkan narasi bahwa rombongan Menko AHY melanggar lalu lintas tanpa dasar fakta yang jelas. Ia menilai hal ini mencederai semangat bermedia sosial yang sehat dan bertanggung jawab.
“Kami harapkan semua pihak dapat menggunakan kebebasan bermedia sosial dengan baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Herzaky menyampaikan apresiasi kepada media massa yang tetap menjaga profesionalisme dengan memberitakan informasi secara berimbang dan melakukan konfirmasi kepada berbagai pihak.
“Kami berterima kasih dan mengapresiasi rekan-rekan media massa yang berupaya memberitakan tanpa tendensi apa pun, serta berusaha meminta konfirmasi dan mengecek dari kedua sisi terlebih dahulu. Inilah bentuk kebebasan pers yang bertanggung jawab dan demokrasi yang ingin kita jaga bersama,” tutup Herzaky.
