Amerika Serikat, GPriority.co.id – Putra Presiden AS (Amerika Serikat) Donald Trump, Eric Trump, menanggapi insiden mic bocor saat Presiden RI, Prabowo Subianto sedang melakukan percakapan dengan Presiden Trump.
Pada agenda KTT Perdamaian Gaza di Mesir beberapa waktu lalu, Prabowo meminta izin kepada Trump untuk bertemu dengan Eric Trump Insiden ini sontak mengejutkan hingga ke dunia internasional.
Pasalnya Eric Trump sendiri tidak berada di pemerintahan, melainkan merupakan wakil presiden eksekutif Trump Organization, sebuah perusahaan keluarga yang memiliki kepentingan di Indonesia, sebagaimana dilansir dari laporan NY Post pada Senin (20/10).
“Bukanlah hal yang wajar bagi seorang presiden untuk membicarakan rencana pertemuan dengan putranya yang menjalankan bisnis dan diuntungkan oleh presiden dengan kepala negara lain,” ungkap kelompok pengawas Citizens for Responsibility and Ethics di Washington beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, Eric pun menjawab, “Saya punya dua proyek di Indonesia. Kami mengerjakannya pada tahun 2014 dan 2015. Lapangan golf paling luar biasa sejauh ini di negara tersebut. Tempat yang menakjubkan,” ungkap Eric.
Eric melanjutkan, “Lapangannya melewati saluran lava di lereng gunung berapi tepat di luar Jakarta. Dan saya sendiri belum pernah bertemu presiden. Tentu saja, saya pikir semua orang di negara ini mungkin tahu tentang dua pekerjaan Trump (sebagai presiden dan pembisnis).”
Selain di Jakarta, Eric juga sedang membangun hotel besar di Bali yang akan segera dimulai. Ia mengaku sering ke Bali untuk mengelola bisnisnya tersebut.
“Saya belum pernah bertemu presiden (Prabowo). Dulu saya cukup sering ke sana. Kami mengelola tim di sana. Saya tidak terlibat dalam politik di Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, sebelumnya Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono turut menanggapi insiden mic bocor Presiden Prabowo tersebut. Dengan santai, Sugiono mengatakan jika percakapan antara Prabowo dan Trump tersebut merupakan hal yang wajar terjadi di forum internasional.
“Biasa saja. Pak Presiden bicara dengan kepala negara lain, berdua-berdua itu lumrah. Hubungan Presiden dengan Trump memang cukup dekat,” ungkap Menlu Sugiono yang juga mengatakan jika topik pembicaraan keduanya hanya terkait hubungan bilateral serta isu internasional yang terjadi saat ini.
