Aspeksindo Dukung Program MBG untuk Tekan Stunting di Daerah Pesisir

Aspeksindo gelar Diskusi Interaktif bertajuk “Program Makanan Bergizi Gratis (MBG); Harapan Masyarakat Kepulauan dan Pesisir?” di Jakarta Pusat, Selasa (21/10)/Foto Fifi Abdurahman Aspeksindo gelar Diskusi Interaktif bertajuk “Program Makanan Bergizi Gratis (MBG); Harapan Masyarakat Kepulauan dan Pesisir?” di Jakarta Pusat, Selasa (21/10)/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) menggelar Diskusi Interaktif bertajuk “Program Makanan Bergizi Gratis (MBG); Harapan Masyarakat Kepulauan dan Pesisir?” di Jakarta Pusat, Selasa (21/10).

Direktur Eksekutif Aspeksindo sekaligus Kepala Yayasan Duta Maritim Indonesia, Andi Fajar Asti, menyebut program MBG merupakan kebijakan mulia dari Presiden Prabowo Subianto yang harus didukung semua pihak, termasuk Aspeksindo.

Dia menambahkan, program ini memiliki dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia, terutama di wilayah pesisir yang mayoritas penduduknya masih mengalami stunting.

“Pada kesempatan ini tentu seperti apa dampaknya buat Aspeksindo sebagai bagian entitas yang notabene di sana adalah stunting tertinggi. Stunting tertinggi tuh ada di masyarakat pesisir malah. Pendidikan juga, pendidikan terendah ada di masyarakat pesisir dan kepulauan,” kata Fajar.

Menurut dia, hal ini menjadi pertanyaan besar. Pasalnya Indonesia adalah negara kepulauan dengan potensi laut yang sangat besar, tetapi ironisnya masyarakat pesisir justru banyak yang mengalami stunting.

Sebagai bentuk kontribusi, Fajar menyampaikan bahwa Aspeksindo dan Yayasan Duta Maritim Indonesia ingin menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG untuk membantu pemerintah mengatasi stunting di wilayah kepulauan.

“Kita bisa berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional dan seluruh pemangku kepentingan agar program baik ini terlaksana dengan baik, jauh dari gangguan. Niat suci Presiden jangan sampai diganggu pihak-pihak yang tidak mendukung. Kalau ada yang tidak setuju, biarkan pemerintah bekerja dengan baik,” tegasnya. Karena program ini kita sudah merasakan tampaknya sangat luar biasa,” tuturnya.

Meski mengakui program MBG masih memiliki kekurangan, Fajar menilai hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikannya.

“Kekurangan-kekurangannya itu bukan bagian yang bisa menghentikannya. Karena niatnya sudah baik, manajemennya baik, dan seterusnya. Kalau adapun kekurangan, tentu akan kita perbaiki bersama-sama,” pungkasnya.