Update Korban Banjir dan Longsor Aceh, Sumut, Sumbar: 442 Meninggal, 402 Masih Hilang

Kondisi banjir yang melanda wilayab Kabupaten Aceh Tenggara, pada Kamis (27/11). Foto: BPBD Aceh Tenggara Kondisi banjir yang melanda wilayab Kabupaten Aceh Tenggara, pada Kamis (27/11). Foto: BPBD Aceh Tenggara

Jakarta, GPriority.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Hingga Minggu (30/11), jumlah korban meninggal tercatat mencapai 442 orang, sementara 402 orang masih dinyatakan hilang.

Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa laporan tersebut masih bersifat sementara karena proses pencarian masih berlangsung di berbagai titik terdampak.

Dari Pos Pendukung Nasional di Tapanuli Utara, ia menyampaikan bahwa Sumatera Utara menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak. Total warga meninggal di provinsi tersebut bertambah menjadi 217 jiwa setelah tim SAR gabungan menemukan sejumlah korban yang sebelumnya hilang.

Korban tersebar di sejumlah daerah, antara lain Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Padang Sidempuan, Deli Serdang hingga Kepulauan Nias.

BNPB juga menerima laporan 209 warga masih hilang, seiring warga kembali melapor ke posko darurat atau aparat setempat. Ribuan pengungsi kini ditampung di berbagai lokasi, termasuk 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, hingga 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan.

Di Aceh, BNPB mencatat 96 warga meninggal dunia serta 75 orang masih hilang. Dampak bencana meluas di banyak kabupaten/kota seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Lhokseumawe.

Sekitar 62.000 keluarga mengungsi, dan distribusi bantuan terkendala akses jalan yang rusak maupun tertutup longsor sehingga sejumlah lokasi hanya bisa dijangkau kendaraan taktis.

Sementara itu, di Sumatera Barat bencana menimbulkan kerusakan berat pada rumah warga, fasilitas publik, dan infrastruktur. BNPB mendata 129 warga meninggal, 118 hilang, serta 16 orang mengalami luka-luka.

Daerah terdampak meliputi Kabupaten Agam, Padang Panjang, Padang, Tanah Datar, Pasaman Barat, Solok, hingga Pesisir Selatan. Total pengungsi mencapai 77.918 jiwa yang memerlukan bantuan mendesak berupa tempat tinggal sementara, logistik, obat-obatan, serta dukungan pemulihan psikologis.

BNPB menegaskan seluruh unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, dan relawan terus bergerak mempercepat pemulihan.

Prioritas darurat mencakup: perluasan pencarian korban dengan tambahan personel dan alat berat, pembukaan akses jalan menuju wilayah terisolasi, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pemulihan jaringan komunikasi, penyediaan relokasi sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat.

Operasi penanganan memasuki hari ketujuh dan akan terus berjalan hingga seluruh wilayah yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera dapat pulih secara bertahap.