Danantara dan BUMN Kolaborasi Kirim Bantuan ke Korban Banjir Bandang Sumatra

Danantara dan BUMN Kolaborasi Kirim Bantuan ke Korban Banjir Bandang Sumatra/Foto : Dok. Istimewa Danantara dan BUMN Kolaborasi Kirim Bantuan ke Korban Banjir Bandang Sumatra/Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Danantara dan BUMN membentuk pusat koordinasi untuk mengirim bantuan ke korban banjir bandang Sumatra.

Dikutip dari ANTARA pada Kamis (4/12) pusat koordinasi tersebut bertugas memetakan kebutuhan mendesak, menginventarisasi ketersediaan bantuan di seluruh BUMN, serta menyiapkan jalur distribusi alternatif usai akses darat tidak dapat dilalui.

Rosan Roeslani selaku CEO Danantara menyebut pembukaan jalur udara sangat penting supaya bantuan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi. Sejak akhir pekan lalu, pengiriman bantuan udara telah dikirimkan dengan menggunakan pesawat Garuda-Citilink.

Bantuan sebesar 9,4 ton tersebut diberangkatkan dari Kualanamu, sebelum diteruskan ke Lhokseumawe, Aceh. Bantuan tersebut meliputi perlengkapan bayi, selimut, bahan pangan pokok, susu formula, makanan siap saji, obat-obatan, vaksin, berbagai kebutuhan logistik, posko tanggap darurat, serta pembukaan dapur umum hingga tim yang membantu evakuasi.

Selain itu, agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan, sejumlah BUMN juga memulihkan layanan publik. Salah satunya seperti Telkom Group yang sebelumnya melaporkan sebanyak 12 STO blackout, sementara ribuan BTS juga terdampak. PLN pun telah memasang 41 genset di lokasi-lokasi vital seperti rumah sakit, pelabuhan, serta posko logistik.

Selain itu, Pertamina juga meningkatkan suplai BBM dan LPG dengan mengirim 30 skid tank LPG dari Dumai, menyalurkan 5.000 liter Dexlite di Tapanuli Utara, serta 6.000 liter avtur guna mendukung misi penerbangan BNPB. Nantinya, pengiriman bantuan juga akan dilanjutkan ke wilayah-wilayah lain dengan penyaluran melalui kombinasi jalur udara dan laut.

Melalui pernyataannya Rosan menekankan bahwa penyaluran bantuan ke daerah yang terdampak bencana akan terus diperkuat ke depannya.

“Ini baru tahap awal. Kami akan terus bekerja dengan BP BUMN dan seluruh BUMN agar bantuan tersampaikan dan masyarakat di Aceh maupun Sumatra lainnya dapat segera pulih,” ungkapnya dikutip dari ANTARA.

Sebagai informasi, menurut data BNPB per Rabu (3/12) kemarin, banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra dalam seminggu terakhir ini telah memakan hingga 755 korban jiwa. Saat ini, BNPB mencatat, 647 orang dilaporkan masih hilang, 2.600 orang mengalami luka-luka, sementara 531.600 orang lainnya mengungsi.

Selain itu, lebih dari 10.000 rumah dan 798 fasilitas umum pun rusak akibat bencana tersebut. Di sisi lain, kebutuhan logistik para penduduk yang terdampak juga terus meningkat setiap harinya.