Jakarta, GPriority.co.id – Ketua Tim Kemitraan dan Ekosistem Investasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Muhammad Faisal, menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis tidak semata ditentukan oleh status sebagai perintis atau pewaris usaha, melainkan oleh kemampuan, keahlian, dan pengalaman pelaku bisnis itu sendiri.
Hal tersebut disampaikan Faisal dalam forum BNI Innovation Arc Festival bertajuk Your Gateway to Tech, Leadership & Innovation Insights di Kantor BNI, Jakarta Pusat, Rabu (17/12).
Mengutip UOB Business Outlook 2025, Faisal menyebutkan bahwa 76 persen wirausaha yang mencatatkan pertumbuhan berasal dari kalangan next generation atau pewaris usaha. Sementara 24 persen lainnya berasal dari kalangan profesional, bukan semata-mata perintis bisnis dari nol.
“Ini bukan mengecilkan teman-teman yang first graduate atau apapun, wah saya gak bakal sukses dong. Bukan itu artinya,” kata Faisal.
Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha yang mampu bertahan dan berkembang adalah mereka yang memiliki kapabilitas, keahlian, serta pengalaman yang relevan dengan bisnis yang dijalankan. Bukan sekadar melihat peluang atau permasalahan, lalu mencoba masuk tanpa pemahaman yang memadai.
Faisal mencontohkan sektor layanan kesehatan digital. Banyak orang, kata dia, dapat melihat persoalan antrean panjang di rumah sakit dan memikirkan solusi berbasis teknologi. Namun, tidak semua mampu mengeksekusi ide tersebut dengan baik.
“Semua orang juga bisa memikirkan itu. Tapi siapa yang bisa mengeksekusi adalah dia yang mau memulai duluan dan dia yang punya experience. Tau proses flow di belakangnya, dan lain-lain,” ucap Faisal.
Lebih lanjut, Faisal menegaskan bahwa pengalaman dan pemahaman mendalam terhadap ekosistem industri menjadi kunci utama dalam membangun startup yang berkelanjutan, bukan sekadar mengandalkan ide semata.
“Jadi artinya adalah mereka yang punya kemampuan, keahlian, experience dengan apa yang mereka bangun, itulah mereka yang tetap sustain. Bukan yang hanya sekedar melihat,” pungkasnya.
