Jakarta, GPriority.co.id – Bank Negara Indonesia (BNI) menggelar forum BNI Innovation Arc Festival bertajuk Your Gateway to Tech, Leadership & Innovation Insights di Kantor BNI, Jakarta Pusat, Rabu (17/12).
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk mendorong inovasi berkelanjutan di tengah ketidakpastian global dan percepatan teknologi.
Corporate Innovation Center Department Head BNI, Sigit Prihatmoko, mengatakan forum ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari korporasi, startup, pemerintah, hingga perguruan tinggi.
“Jadi kita coba untuk kolaborasi dari semua bagian yang ada di negara ini. Ada korporasi, startup, pemerintah dalam hal ini Kominfo, dan teman-teman semua yang dari University,” kata Sigit dalam pidatonya.
Menurutnya, BNI Innovation Arc Festival tidak sekadar menjadi ajang berbagi ide, melainkan panggung kolaborasi bersama untuk menjawab tantangan zaman.
Ia menekankan bahwa percepatan teknologi dan perubahan kebutuhan pelanggan, khususnya dari generasi baru, menuntut pendekatan inovasi yang lebih serius.
“Inovasi ini bukan sekedar gimik. Inovasi bukan nice to have, tapi must have, baik itu dilakukan di startup maupun di korporasi,” tegasnya.

Sigit juga menyoroti pentingnya pengembangan entrepreneurship tidak hanya di luar, tetapi juga di dalam korporasi (intrapreneurship). Menurutnya, organisasi perlu merefleksikan apakah inovasi sudah menjadi DNA dan kebiasaan kerja.
“Kemudian mungkin bagi para pemimpin, apakah kita sudah memberi ruang kepada para karyawan kita, pegawai kita untuk mengusulkan ide-ide yang ada di mereka dan bukan cuma sekedar memberi ruang tapi juga aturannya ada apa enggak, itu perlu kita kembangin juga,” jelas Sigit.
Lebih lanjut, Sigit menekankan bahwa inovasi harus menghasilkan dampak nyata.
“Terus yang paling penting, apakah inovasinya ini memang sudah memberi hasil nyata, memberi impact, nah itu yang kita rasanya juga perlu refleksi diri,” pungkas Sigit.
