Jakarta, GPriority.co.id – Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas) menggelar Konvensi Humas Pemerintah bertema “Merawat Dialog Publik Membangun Reputasi Indonesia” di Jakarta, Kamis (18/12). Kegiatan ini menjadi momentum istimewa seiring genapnya satu dekade Iprahumas berdiri sejak 2015.
“Pada hari ini kita sedang mengadakan Konvensi Humas Pemerintah di acara tahunan, dan sekaligus ini istimewa pada hari ini, kenapa karena ini adalah 1 dekade atau 10 tahun Ikatan Humas Indonesia berdiri, yaitu pada tanggal 27 Agustus 2015,” kata Ketua Umum Iprahumas Fachrudin Ali Ahmad dalam sambutannya.
Ali menilai konvensi tahun ini memiliki makna yang mendalam karena digelar di tengah perubahan lanskap komunikasi publik yang sangat cepat. Menurutnya, Iprahumas terus bertransformasi agar tetap relevan dan adaptif.
“Tugas kami sebagai Pranata Humas bagaimana kami bisa menyampaikan informasi secara utuh lengkap juga sebagai jembatan yang harmonis antara pemerintah dan publik,” kata Ali.
Ia mengakui ruang publik saat ini dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan, mulai dari derasnya arus informasi, polarisasi opini yang kian tajam, hingga menurunnya kepercayaan publik akibat misinformasi dan narasi yang tidak utuh.
Untuk itu, Pranata Humas dituntut berperan lebih strategis sebagai penjaga dialog publik sekaligus pengelola makna kebijakan agar mudah dipahami masyarakat.
“Momentum pada hari ini diharapkan juga memberikan impact, ini merupakan momentum refleksi 10 tahun pendirinya Iprahumas,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fifi Aledya Yahya, menegaskan bahwa tema konvensi menjadi pengingat pentingnya membangun reputasi melalui komunikasi yang tepat, terutama saat masyarakat paling membutuhkan kehadiran negara.
“Komunikasi publik menjadi pengingat dari semua upaya tersebut agar masyarakat memahami apa yang sedang dilakukan, apa yang menjadi prioritas, dan bagaimana mereka bisa mendapatkan informasi yang baru,” kata Fifi.
Fifi menambahkan, dalam satu dekade terakhir peran humas pemerintah telah berkembang signifikan, tidak lagi sebatas menyampaikan informasi, melainkan juga merawat dialog publik secara berkelanjutan.
Menurutnya, di tengah tantangan komunikasi saat ini, humas pemerintah dituntut menyampaikan pesan dengan jernih, menjaga konsistensi narasi, serta memastikan komunikasi tetap membumi dan manusiawi.
“Masyarakat memahami bahwa tantangan tidak selalu mudah, yang mereka harapkan adalah keterbukaan dan kepudubian. Disinilah profesionalisme Peranata Umas dipuji, dan sekaligus semakin menetapkan bahwa sangat dibutuhkan,” ungkapnya.
Ia berharap Konvensi Humas Pemerintah tidak hanya menjadi ajang temu tahunan, tetapi juga ruang penguatan kapasitas dan kolaborasi antarpranata humas pemerintah.
“Konvensi ini bukan hanya forum pertemuan, tapi juga ruang penguatan bersama untuk meningkatkan kapasitas kita masing-masing, kemudian tentunya memperkuat jejaring kolaborasi, dan menyamakan semangat dalam menghadapi dinamika komunikasi publik di Indonesia,” ucapnya.
