Jakarta, GPriority.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar forum MELODI (Media Lounge Discussion) pada Senin (22/12).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BRIN, Prof. Dr. Ir. Arif Satria, S.P., M.Si., mengungkapkan arah baru riset dan inovasi nasional serta tanya jawab dengan media.
Lewat forum MELODI, Arif ingin memperkuat sinergi dengan media massa dan mendorong literasi sains. Selain itu, agenda tersebut juga menjadi wadah BRIN untuk mendiseminasikan hasil inovasi nasional kepada masyarakat luas.
Menurut Arif, media berperan penting sebagai jembatan komunikasi dengan mengubah bahasa sains yang kompleks, menjadi informasi yang bukan hanya relevan, tetapi juga penuh inspiratif bagi masyarakat.
“Tantangan pada riset ke depannya bukan hanya soal penemuan di laboratorium, melainkan juga dampak inovasi tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Di sinilah peran strategis media membantu kami dalam membumikan riset dan inovasi,” ungkap Arif.
Terpantau oleh GPriority di tempat, Kepala BRIN yang baru dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2025 itu juga turut memaparkan beberapa capaian sepanjang tahun 2025. Diantaranya termasuk keberhasilan hilirisasi pada sektor pangan serta energi terbarukan.
Arif menegaskan, lewat skema Open Users BRIN akan terus berkomitmen untuk membuka akses infrastruktur riset untuk seluruh talenta unggul Indonesia dari kalangan akademisi ataupun industri.
Lebih lanjut, Arif menyebut, BRIN menargetkan 120 jenis proyek riset yang akan dirampungkan pada 2026 mendatang.
“Saya sudah bisa prediksi minimal ada 120 inovasi. Itu minimalnya, ya,” ujar Arif.
Diantara 120 proyek riset yang disebut Arif, bibit padi unggul dan vaksin masuk ke dalam kategori tersebut. Riset dilakukan dalam beberapa golongan, mulai dari riset terapan untuk mengurangi ketergantungan impor, peningkatan kualitas produk untuk diekspor, hingga pemenuhan terhadap ketahanan pangan nasional.
Terkait vaksin, BRIN menargetkan pembuatan vaksin malaria juga penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk hewan ternak. Pasalnya, jenis vaksin tersebut menjadi yang paling krusial di Indonesia. Di samping itu, riset penyempurnaan pesawat udara nasional N219 juga dilakukan di tahun depan.
