Jakarta, GPriority.co.id – Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menilai Jakarta merupakan kota yang megah sekaligus menyimpan persoalan ekstrem, terutama terkait kesenjangan sosial dan ekonomi.
Menurut Rio, secara data Jakarta dikenal sebagai kota dengan kekayaan dan kemegahan yang menonjol. Namun di balik itu, terdapat jurang perbedaan yang sangat tajam antara kelompok masyarakat kaya dan miskin.
“Jakarta memang sebagai kota megah. Tapi Jakarta sesungguhnya adalah kota yang sangat ekstrim. Yang kayanya kaya banget, yang miskinya miskin banget,” kata Rio dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025: Jejak Aspirasi Rakyat Jakarta di Jakarta Pusat, Senin (22/12).
Ia menyebut kondisi tersebut tercermin dari tingginya tingkat kesenjangan sosial di Ibu Kota. Berdasarkan data yang ada, tingkat ketimpangan di Jakarta menempati posisi kedua tertinggi secara nasional setelah Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni mencapai 4,48 persen.
Selain kesenjangan, Jakarta juga dihadapkan pada persoalan ekonomi lain seperti inflasi yang fluktuatif serta tingkat pengangguran, baik pengangguran terbuka maupun pengangguran terselubung.
“Nah belum lagi inflasi fluktuatif, kadang naik kadang turun. Belum lagi pengangguran, baik pengangguran terbuka maupun pengangguran terselebung,” tuturnya.
Meski demikian, anggota Komisi B DPRD DKI ini menegaskan bahwa persoalan pengangguran tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang saja. Ia menilai kondisi tersebut merupakan dampak dari pembangunan nasional yang belum sepenuhnya berkeadilan.
“Jakarta menjadi kota global dan jadilah residu sosial yang ada di Jakarta,” pungkas Rio.
