Amankan Tahun Baru 2026, Kasatpol PP DKI Tegaskan Larangan Tindakan Kekerasan

Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan pada apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan Malam Tahun Baru 2026, di Monumem Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (30/12)/Foto Fifi Abdurahman Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan pada apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan Malam Tahun Baru 2026, di Monumem Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (30/12)/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengedepankan tindakan yang humanis dan profesional dalam menangani persoalan warga Ibu Kota.

Menurut Satriadi, tidak semua permasalahan harus diselesaikan dengan cara kekerasan, melainkan melalui pendekatan persuasif, mitigasi yang baik, serta koordinasi yang matang.

“Saya berharap pada seluruh jajaran lakukan tindakan yang humanis, profesional. Tidak perlu semua permasalahan diselesaikan dengan cara kekerasan. Lakukan dengan persuasif, lakukan dengan mitigasi, lakukan dengan koordinasi dengan baik,” kata Satriadi pada apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan Malam Tahun Baru 2026, di Monumem Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (30/12).

Ia meyakini, pendekatan humanis dalam penyelesaian persoalan akan menjadikan Satpol PP DKI Jakarta sebagai barometer Satpol PP di Indonesia.

Lebih lanjut, Satriadi meminta seluruh jajaran Satpol PP DKI untuk secara rutin meminta testimoni dari masyarakat. Ia menargetkan setiap kecamatan dapat memenuhi target tersebut.

“Saya minta kepada seluruh jajaran, pertama terkait dengan testimoni masyarakat. Saya minta tolong target setiap kecamatan terpenuhi. Saya tidak main-main dengan hal tersebut. Hukumannya mungkin akan dirasakan, kalau memang Satpol PP kecamatan tidak mau memiliki target terkait testimoni yang setiap bulannya minimal 4 kali melakukan testimoni masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Satriadi juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala Satpol PP kota dan kabupaten, kepala bidang, wakil kepala, serta jajaran hingga tingkat kelurahan atas dedikasi yang telah diberikan.

“Alhamdulillah sampai dengan saat ini persepsi masyarakat terkait dengan Satpol PP, saya minta ini dipertahankan. Karena bukan hanya laporan dari masyarakat, tapi dari beberapa SKPD juga mengakui adanya perubahan paradigma Satpol PP yang lebih humanis dan profesional. Saya minta ini dipertahankan,” tutur Satriadi.

Ia pun mendorong seluruh jajaran, baik di tingkat kota, kabupaten, kecamatan, maupun kelurahan, untuk terus menghadirkan inovasi, ide, dan kreativitas guna menunjukkan reformasi Satpol PP, tidak hanya dalam fungsi ketertiban umum, tetapi juga sebagai bagian dari satuan perlindungan masyarakat.