Venezuela, GPriority.co.id – Delcy Rodriguez resmi dilantik sebagai presiden sementara Venezuela pada Senin (5/1) kemarin, dua hari usai pasukan AS menculik Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Dilansir dari laporan Reuters dan WIO News, Rodriguez dilantik oleh parlemen Venezuela dalam sebuah upacara di Majelis Nasional. Ia sebelumnya telah mengindikasikan akan bekerja sama dengan pihak Washington dan mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa ia melakukannya atas nama seluruh rakyat Venezuela.
Setelah penangkapan Maduro oleh pasukan AS, Mahkamah Agung AS pada hari Sabtu (3/1) memerintahkan Rodriguez untuk mengambil alih jabatan presiden dalam kapasitas sementara. Sehari kemudian, pada hari Minggu (4/1), militer negara Venezuela juga menyatakan dukungan kepadanya.
Sementara itu, sesi parlemen Monsay dibuka dengan para anggota parlemen meneriakan “Ayo Nico!”, sebuah slogan kampanye Presiden Maduro menjelang pemilihan di tahun 2024. Pihak parlemen mengecam penculikan Maduro dan Flores oleh AS, sambil menyatakan dukungan terhadap Rodriguez sebagai pengganti sementara Maduro.
Sementara itu, meskipun ia menegaskan kembali bahwa ia akan bekerja sama dengan AS, Rodriguez mengungkapkan kesedihannya usai Maduro ditahan. Begitupun di luar gedung legislatif, ribuan warga Venezuela berkumpul dan meneriakkan, “Maduro, bertahanlah: Venezuela bangkit!”.
Selanjutya Parlemen Venezuela juga memilih kembali saudara laki-laki Delcy Rodriguez, Jorge Rodriguez, sebagai ketua parlemen. Di sisi lain, anggota parlemen senior Fernando Soto Rojas, dalam pidatonya di hadapan para anggota parlemen, mengatakan bahwa Trump yang mengaku sebagai jaksa, hakim, dan polisi dunia, tidak akan berhasil.
“Kami katakan: Anda tidak akan berhasil. Dan pada akhirnya kami akan mengerahkan seluruh solidaritas kami agar presiden sah kami, Nicolas Maduro, kembali dengan kemenangan ke Miraflores (istana presiden),” serunya.
Rekam Jejak Delcy Rodriguez
Perlu diketahui, Delcy Rodriguez, yang saat ini menjabat sebagai presiden sementara Venezuela, sebelumnya adalah Wakil Presiden Nicolas Maduro. Wanita berusia 56 tahun ini sebelumnya juga menjabat sebagai menteri perminyakan di era pemerintahan Maduro.
Ia adalah tokoh terkemuka Chavismo, gerakan politik yang didirikan oleh Chávez dan dipimpin oleh Maduro sejak Chávez meninggal pada tahun 2013. Delcy Rodriguez adalah putri dari Jorge Antonio Rodríguez, yang ditangkap pada tahun 1976 karena diduga terlibat dalam penculikan William Niehous, seorang pengusaha Amerika. Ia meninggal dalam tahanan polisi.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump, yang memerintahkan penangkapan Maduro, memuji Rodriguez, dengan mengatakan bahwa ia percaya kepada Rodriguez yang pada dasarnya bersedia melakukan apa yang menurut Trump perlu untuk menjadikan Venezuela hebat kembali.
Kendati demikian, Trump tetap memperingatkan dengan nada mengancam kepada pemerintah Venezuela dalam sebuah pernyataan.
“Jika dia tidak melakukan apa yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih mahal daripada Maduro,” tegas Trump.
