Agar Terhindar dari Hoax,Cermati Informasi yang Beredar

Minahasa Utara,Gpriority-Belakangan ini banyak sekali berita-berita bohong atau hoax yang beredar. Sayangnya banyak sekali masyarakat yang mempercayainya. Berbekal alasan itulah dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia,Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 17 Juli 2021 di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Dalam acara yang diikuti 863 peserta menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari aktivis dan pegiat sosial Dimas Dwi Pratikno, dosen & blogger Nurul Fadhillah S, dosen dan praktisi hukum Muhammad Aljebra Aliksan Rauf, dan pemengaruh (influencer) Asrul Rachman. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Lia Dina selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Dimas Dwi Pratikno yang membawakan tema “Informasi Digital, Identitas Digital, dan Jejak Digital dalam Media Sosial”. Menurut dia, agar terhindar dari hoaks, setiap informasi yang kita terima harus dicermati. “Belajar seperti jurnalis dengan menggunakan metode 5W+ 1 H, yaitu what, who, why, when, where dan how. Unsur penting yang harus dipelajari untuk memilah informasi,” ungkapnya.

Berikutnya, Asrul Rachman menyampaikan materi berjudul “Sudah Tahukah Kamu Dampak Penyebaran Hoaks?”. Dia menyarankan untuk berpikir positif ketika mendapatkan berita karena akan berdampak bagi orang lain. “Bijaklah dalam membaca berita sekaligus bijak dalam bersosialisasi di media sosial,” tutur pria dengan nama beken Azhe Rachman ini.

Sebagai pemateri ketiga, Nurul Fadhillah membawakan tema tentang “Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Menurut dia, risiko menyampaikan pendapat sembarangan di internet bisa dijatuhi hukuman pidana dan denda dengan sejumlah uang tertentu. “Jika data yang disebarkan tidak valid bisa dianggap hoaks (itu bisa dikenai hukuman). Selain itu, mengkritik tanpa konteks jelas bisa dianggap menghina dan sengaja menyerang orang atau kelompok tertentu,” terangnya.

Adapun Muhammad Aljebra Aliksan Rauf sebagai pemateri terakhir menyampaikan tema mengenai “Mengenal dan Menangkal Hoaks”. Dia mengatakan, filter informasi terbaik adalah diri, otak, dan hati kita. “Hati-hati dengan judul informasi yang provokatif, cermati alamat situs yang mengabarkan informasi tersebut. Jika perlu, ikuti grup diskusi anti hoaks,” paparnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. “Quote of the day saring sebelum sharing, thinking sebelum posting,” ujar Rahmah Zakiatun Nisa, salah satu peserta dari kegiatan Literasi Digital di Minahasa Utara.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.DyandraPromosindo)

Related posts