Jakarta, GPriority.co.id – China dan Jepang dikabarkan berminat untuk investasi giant sea wall di Indonesia.
Hal ini disampaikan langsung oleh Menko Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto.
“Studinya sebagian besar sudah selesai. Kemudian kita akan bahas lebih detail mengenai fase-nya. Arahan bapak presiden itu yang di sebelah barat,” ujar Airlangga pada Rabu (11/12) di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut Airlangga mengatakan, sebelah barat yang dimaksud yaitu dari Banten ke Cirebon, kemudian akan dikembangkan berdasarkan public private partnership.
“Kemarin sudah dibahas dengan China, Jepang, dan juga dengan beberapa negara lain. Dan mereka cukup tertarik dengan pengembangan giant sea wall,” ungkapnya.
Sementara itu, Indonesia melihat pembangunan giant sea wall dari beberapa negara lain seperti Korea Selatan dan Belanda, yang turut dilibatkan dalam studi di Indonesia.
Apa Itu Giant Sea Wall?

Sebagai informasi, giant sea wall merupakan proyek tanggul raksasa yang berperan untuk menghadapi tantangan lingkungan yang semakin berat, terutama terkait risiko banjir dan kenaikan permukaan laut.
Latar belakang ingin dibangunnya giant sea wall juga karena Jakarta mengalami penurunan permukaan tanah yang signifikan setiap tahun, terutama di bagian utara kota yang rata-rata menurun sekitar 10-15 cm per tahun, seperti dilansir dari Jakarta Post, 2023.
Giant sea wall diinisiasi sebagai tanggul laut raksasa sepanjang sekitar 32 kilometer yang akan membentang di sepanjang pesisir Jakarta Utara.
Proyek ini diharapkan dapat melindungi ibu kota dari banjir rob dan mencegah air laut merembes ke daratan yang lebih rendah.
Namun, proyek giant sea wall dihadapkan oleh beberapa tantangan, yang utamanya yaitu datang dari sisi biaya.
Diperkirakan proyek membangun giant sea wall mencapai miliaran dollar AS.
Sementara dari sisi lingkungan, dikhawatirkan jika proyek giant sea wall dapat mengganggu ekosistem laut karena perubahan arus air, pengalihan aliran sungai, hingga dampak terhadap habitat laut.
Foto : GPriority/Nindya Farhah Azzahrah
