Airlangga Hartarto: 23,99% masyarakat Indonesia Telah Divaksinasi

Jakarta,Gpriority-Vaksinasi bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit. Seseorang yang sudah divaksinasi akan memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik karena vaksin menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh dapat secara aktif melawan penyakit tertentu, sehingga kemungkinan terjadinya gejala berat pada orang yang sudah divaksinasi akan lebih kecil.

Guna mempercepat vaksinasi, Pemerintah Pusat melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dengan sekolah swasta Kanisius.” Terima kasih kepada Kanisius, karena telah membantu pemerintah mempercepat kekebalan tubuh dengan menggelar program vaksinasi Covid-19. Program yang digelar di JCC, Jakarta pada Sabtu (7/8/2021) ternyata dapat menarik minat masyarakat termasuk lansia dan penyandang disabilitas.Terimakasih sekali lagi saya ucapkan karena ini adalah bentuk dari social responsibility yang dilakukan oleh alumni Kanisius dan juga mitra-mitra Kanisius,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut Menko Airlangga menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini dapat menginspirasi kemunculan sentra vaksin lainnya. “Kami mengapresiasi civil society untuk ikut serta membuat sentra-sentra vaksin. Sentra Kanisius adalah yang pertama dan ini menginspirasi para alumni tidak hanya di Jakarta tapi juga di kota-kota lain,” kata Menko Airlangga.

Terkait dengan jumlah yang sudah divaksinasi, Menko Airlangga mengatakan berdasarkan data yang diterima olehnya sampai dengan tanggal 7 Agustus 2021 pukul 09.00 WIB. menunjukkan dari total sasaran vaksinasi sebesar 208.265.720, status vaksinasi di Indonesia telah mencapai 23,99% untuk vaksinasi dosis pertama, dan 11,30% untuk vaksinasi dosis kedua. ” Pencapaian tersebut tidak lepas dari peran kerjasama antara Pemerintah, swasta dan masyarakat,” jelas Airlangga.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang turut hadir dalam acara tersebut juga mengatakan bahwa kedatangan vaksin harus diimbangi dengan laju tenaga kesehatan sebagai vaksinator. “Bulan ini akan datang lebih dari 70 juta. Untuk perbandingan, Januari-Juli kita dapat vaksin 90 juta, sekarang sebulan 70 juta. Jadi bisa dibayangkan nanti kecepatan penyuntikannya harus banyak,” tutur Menkes Budi.

Sekedar informasi sentra Vaksinasi Kanisius berkoordinasi dengan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat dan Tim Medis dari Pro Sehat. Melibatkan 400 orang tenaga kesehatan yang terbagi ke dalam dua regu dan dibantu oleh 150 orang tenaga non kesehatan. Sentra Vaksinasi Kanisius didasari oleh tujuan untuk mewujudkan peran Yayasan Alumni Kanisius Menteng Enam Empat (AM64) dalam membantu Pemerintah Indonesia untuk mencapai target vaksinasi.

Sentra Vaksinasi Kanisius yang diinisiasi oleh Yayasan AM64 ini berlangsung di JCC dari tanggal 5-18 Juli 2021 (penyuntikan dosis pertama) dan 2 Agustus sampai dengan 15 Agustus (penyuntikan dosis kedua). Sentra Vaksinasi Kanisius buka setiap hari (Senin-Minggu) antara pukul 08.00 sampai dengan 18.00. Mengusung tema “Aman-Halal-Gratis”, vaksinasi terbuka untuk masyarakat umum. Melalui sentra Vaksinasi Kanisius, diharapkan dapat didistribusikan sebanyak 140.000 dosis vaksin kepada 70.000 akseptor.

“Saya minta ini terus berjalan, karena komitmen alumni Kanisius untuk masyarakat ini sejalan dengan program Pemerintah. Kami mengapresiasi, karena untuk menghadapi Covid-19 kita harus memeranginya secara bersama-sama. Tidak hanya Pemerintah, tidak hanya TNI-Polri, tetapi juga melibatkan civil society sebagai bagian dari tanggung jawab sosial,” tutup Menko Airlangga.(Hs.Foto.dok.Humas Kemenkoperekonomian)

Related posts