Jakarta, GPriority.co.id – Sebanyak 60 anggota polisi Trenggalek mengikuti program diet untuk pengendalian berat badan.
Program diet ini dilakukan dengan melihat Indeks Massa Tubuh (IMT), karena mereka diketahui memiliki berat badan berlebih.
Dilansir dari Kumparan, Kapolres Trenggalek AKBP Indra Ranu Dikarta mengatakan, para petugas tersebut berasal dari berbagai satuan di Polsek dan Polres Trenggalek, Jawa Timur.
Ia menjelaskan, program penurunan berat badan tersebut akan dilakukan dua kali seminggu dan akan difokuskan pada perbaikan pola makan dan rutinitas olahraga.
“Programnya meliputi, memperbaiki pola makan, olahraga siang hari hingga lari, dilakukan dua kali seminggu hingga kembali normal,” ujar AKBP Indra, pada Kamis (17/10).
Sebelum memulai program, para petugas menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis, termasuk melihat riwayat kesehatan mereka.
60 anggota polisi Trenggalek itu kemudian melakukan pemanasan dengan melakukan peregangan, dilanjutkan dengan jalan kaki dan lari selama 45 menit.
“Kita sampaikan pula, jangan terlalu dipaksakan. Tetap terukur dan sesuai dengan kapasitas diri. Jangan sampai nanti malah cidera,” terang AKBP Indra.
Berat badan polisi Trenggalek mencapai 100kg lebih
Dari 60 anggota polisi Trenggalek yang mengikuti program diet, beberapa diantaranya dilaporkan memiliki berat badan di atas 100 kg atau sudah menderita obesitas tingkat tinggi.
Hal tersebut dibenarkan oleh AKBP Indra yang menjelaskan jika puluhan anggotanya “terjaring” hasil pengecekan tim kesehatan karena berat badan berlebih.

AKBP Indra berharap, dengan adanya program tersebut, anggotanya bisa kembali mendapatkan berat badan yang ideal sehingga bisa mendukung mobilitas sebagai polisi dan tentu memiliki tubuh yang lebih sehat.
“Ke depan, banyak kegiatan yang membutuhkan konsentrasi dan perlu perhatian. sebagai anggota Polri tentunya kita harus siap. Salah satunya harus sehat, sehingga bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik dan hasil yang lebih optimal,” harap AKBP Indra.
Sebagai informasi, Seseorang yang mengalami obesitas dapat mengalaminya karena faktor genetik serta lingkungan dan mungkin saja sulit untuk diatasi hanya dengan diet saja. Obesitas dapat didiagnosis oleh ahli medis dan diklasifikasikan ketika seseorang memiliki indeks massa tubuh (BMI) dengan angka 30 atau lebih.
Foto : Polres Trenggalek
