Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk berhenti memberi bantuan militer ke luar negeri.
Adapun rencananya pemberhentian bantuan militer ini dilakukan untuk menghentikan sementara waktu kepada negara asing, kecuali untuk Israel dan Mesir, seperti dilansir dari laporan Wall Street Journal.
Lebih lanjut, keputusan tersebut sejalan dengan kebijakan “America First” pemerintahan Donald Trump, yang mengutamakan kesesuaian bantuan asing pada agenda nasionalnya.
Nantinya pemerintah Amerika Serikat akan meninjau secara menyeluruh selama 85 hari, dan akan dilakukan sebelum Menteri Luar Negeri Marco Rubio merekomendasikan kelanjutannya.
Sontak, langkah ini pun memicu beragam tanggapan dari berbagai belahan dunia.

Bagi para pendukung kebijakan, melihat tindakan ini sebagai upaya agresif untuk memastikan bantuan mendukung kepentingan nasional.
Sementara itu, sejumlah mantan pejabat memperingatkan bahwa pengurangan bantuan dapat melemahkan posisi Amerika Serikat dalam bersaing dengan China.
Presiden Donald Trump sendiri sebelumnya pernah mengusulkan pemotongan besar anggaran Departemen Luar Negeri pada masa jabatan pertamanya, walaupun ide tersebut akhirnya ditolak oleh Kongres.
Dilansir dari New York Times pada Selasa (28/1), penghentian bantuan militer dari Amerik Serikat berlaku untuk Ukraina, Taiwan, Lebanon, dan negara-negara mitra lainnya, termasuk anggota NATO.
Namun, sebagian besar bantuan mendesak terkini untuk Ukraina dalam perang pertahanannya melawan Rusia telah dikirimkan.
Para pejabat di pemerintahan Biden sebelumnya sempat menilai jika Trump mencoba menghentikan bantuan senjata ke Ukraina karena skeptis terhadap negara tersebut.
Hal ini diperkuat oleh tindakan Menlu Marco Rubio yang menentang undang-undang yang berpusat pada bantuan senjata ke Ukraina pada April lalu.
Dukungan Militer Untuk Israel Dapat Banyak Kecaman
Sebagai informasi, Dukungan militer terhadap Israel telah menjadi isu yang memecah belah di Amerika Serikat.
Mantan Presiden Joe Biden kala itu menyetujui bantuan militer senilai $26 miliar untuk Israel saat perang dengan Hamas di Gaza Palestina dimulai.
Sementara Trump menyatakan terus memberi dukungan kepada Israel.

Beberapa anggota parlemen, khususnya Demokrat, juga mengkritik kebijakan AS yang telah berlangsung lama dalam memberikan bantuan senjata yang besar kepada Mesir.
Pada tahun 2024 lalu, Kongres juga menyetujui bantuan militer senilai $1,3 miliar kepada Mesir.
Foto : AFP News
