Apkasi Bidik 150 Supermarket UEA untuk Produk UMKM Daerah

Pertemuan strategis daring antara Apkasi dan KJRI Dubai pada Jumat (8/5) kemarin/Foto : Dok. Apkasi Pertemuan strategis daring antara Apkasi dan KJRI Dubai pada Jumat (8/5) kemarin/Foto : Dok. Apkasi

Jakarta, GPriority.co.id – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mulai memperkuat langkah konkret untuk mendorong produk unggulan daerah menembus pasar internasional.

Bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai, Apkasi menargetkan produk UMKM kabupaten dapat masuk ke jaringan ritel besar West Zone yang memiliki lebih dari 150 supermarket di Uni Emirat Arab (UEA).

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan strategis daring antara Apkasi dan KJRI Dubai pada Jumat (8/5) kemarin. Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, menegaskan bahwa pemerintah kabupaten harus mulai mengubah orientasi pasar dari domestik menuju pasar global.

Menurut Bursah, berbagai produk daerah seperti pangan olahan, kopi, rempah-rempah, hingga produk herbal memiliki peluang besar bersaing di pasar internasional, khususnya Timur Tengah. Namun, ia menilai kesiapan standar ekspor menjadi faktor utama yang harus diperkuat.

“Dubai merupakan hub perdagangan dunia yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa. Jika produk daerah mampu masuk Dubai, maka peluang ekspor ke negara lain akan semakin terbuka,” ujar Bursah.

Ia menambahkan, tantangan utama UMKM daerah saat ini terletak pada kualitas produk, kemasan, serta kontinuitas pasokan. Karena itu, Apkasi akan berperan sebagai penghubung antara pemerintah kabupaten, KJRI Dubai, dan mitra bisnis internasional agar produk daerah memenuhi standar perdagangan global.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Dubai, Denny Lesmana, menawarkan pembentukan “Indonesia Corner” di Dubai sebagai etalase permanen produk unggulan daerah. Konsep tersebut dinilai strategis karena Dubai menjadi pusat perdagangan dan pameran internasional yang dikunjungi pebisnis dari berbagai negara.

“Indonesia Corner dapat dimanfaatkan anggota Apkasi untuk menggelar pameran secara bergantian sepanjang tahun sehingga produk daerah lebih mudah dikenal buyer internasional,” kata Denny.

Sebagai tindak lanjut, Apkasi juga akan memperkuat kesiapan ekspor daerah melalui ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 yang berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang.

Dalam agenda tersebut, Apkasi akan menghadirkan Forum Kerja Sama Perdagangan Komoditas Pangan Antar Daerah guna mempertemukan daerah penghasil dengan calon pembeli dan investor, termasuk mitra bisnis dari Dubai.

Langkah ini diharapkan mampu memperluas pasar ekspor UMKM Indonesia sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru.