Asyik di Dunia Maya, Jangan Sampai Abai Dunia Nyata

Pinrang,Gpriority-Saking asyiknya main di medsos, kita jadi sering mengabaikan pertemanan di dunia nyata. Hal inilah yang menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika,Dyandra Promosindo dan Siberkreasi sering terjadi pada saat ini terlebih di masa pandemi.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika,Dyandra Promosindo dan Siberkreasi membahasnya di dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, dilaksanakan secara virtual pada 25 Agustus 2021 di Pinrang, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital” ini diikuti oleh 643 peserta yang telah mendaftarkan dirinya terlebih dahulu.

Program kali ini dipandu oleh Nina Izwan dan menghadirkan empat narasumber, yaitu dosen Prodi Ilmu Komunikasi SGU, ASPIKOM, Mafindo & Fasilitator Tular Nalar, Loina Lalolo K. Perangin Angin; anggota POLRI, Arief Elnanda; pegiat literasi pendidikan, Yenti Dwi Rositasari; serta pegiat literasi, Mursyid Kambayang. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Loina yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Digital Skill dan Pembelajaran Daring: Menjadi Cerdas di Era Digital”. Menurut dia, pengguna internet memiliki kuasa dan peran penting membangun sistem kewargaan digital melalui kompetensi teknis dan berpikir kritis. “Kompetensi berarti tak sekadar memiliki kemampuan namun juga mengontrol kemampuan tersebut sesuai dengan kebutuhan kita,” pungkasnya.

Berikutnya, Arief menyampaikan materi etika digital berjudul “Ujaran Kebencian: Identifikasi Konten & Regulasi yang Berlaku”. Ia mengatakan, ujaran kebencian mengancam kebhinekaan indonesia, berdampak negatif pada hubungan antar sesama manusia, dan bertentangan dengan HAM untuk bebas berbicara. Tindakan ujaran kebencian bisa dijerat dengan Pasal 335 & 156 KUHP dan UU No. 17/2013 tentang Ormas.

Sebagai pemateri ketiga, Yenti membawakan tema budaya digital tentang “Memahami Batasan dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”. Menurut dia, kebebasan berekspresi merupakan hak asasi yang dijamin konstitusi, namun, pelaksanaannya memiliki batasan yang diatur norma sosial maupun hukum. Dalam ranah digital, UU ITE menjadi batasan dalam berekspresi di dunia maya agar tercipta masyarakat digital yang harmonis.

Adapun Mursyid, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”. Ia mengatakan, bijak berinternet berarti mempertimbangkan berkali-kali manfaat dan akibat yang akan timbul dari aktivitas digital kita. Jejak di dunia maya bisa berpengaruh pada kehidupan kita di dunia nyata. “Jangan lupa, kita punya dunia nyata dan orang-orang terkasih yang patut kita beri perhatian,” pesannya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh para peserta. Panitia menyediakan hadiah berupa uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang bagaimana mengatur kehidupan digital anak yang baik. Narasumber menyarankan untuk membekali dan persiapkan anak dengan literasi digital serta konsekuensi dan tanggung jawab berinternet.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto dok Dyandra)

Related posts