Pekalongan Bangun Sistem Pengendalian Banjir

Dalam waktu dekat, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana akan segera melakukan penanganan banjir rob di Kota Pekalongan.

Pelaksana Teknis Sungai Pantai 2 BBWS Pemali Juana, Agus Priyanto mengatakan ada beberapa bagian yang akan dibangun untuk mengendalikan banjir. Diantaranya bendung gerak, desain parapet dengan Corrugated Concrete Sheet Piles (CCSP), kolam tambat labuh kapal, dan kolam retensi.

“Untuk penanganan banjir dari sungai ada 3 paket pekerjaan penanganan banjir rob dari 3 sungai besar, yaitu Sungai Lodji, Sungai Banger dan Sungai Gabus Pekalongan,” katanya Senin (23/08/2021).

Agus juga menjelaskan selain penanganan banjir rob dari sungai, penanganan tanggul pantai juga akan dilakukan untuk mengantisipasi banjir rob meluap ke permukiman warga.

Tanggul laut akan dibangun di Pantai Slamaran sepanjang 400 meter dan Pantai dekat Degayu sepanjang 1.4 kilometer.

Sementara, di Sungai Lodji BBWS ada pengerjaan Pintu Air Bendung Gerak untuk mengendalikan rob agar tidak masuk. Jika terjadi banjir, airnya dipompa dan otomatis air Sungai Lodji mulai menurun.

“Air yang menggenangi rumah warga akan mengalir ke sungai secara gravitasi sehingga tidak ada genangan banjir lagi di permukiman warga,” terang Agus.

Menurut Agus,untuk di Sungai Gabus akan dinormalisasi, pasalnya di wilayah tersebut sering terdampak pengaruh pasang surut (rob) yang mengakibatkan banyak tambak warga sering tergenang. Di Sungai Lodji juga akan dibuat kolam retensi untuk meringankan kerja pompa.

Untuk pengerjaannya, Agus menuturkan masih menunggu persetujuan dari Menteri PUPR dan sedang melakukan proses lelang.

“Lelang sudah ada pemenangnya, sehingga dalam waktu dekat bisa dilaksanakan 3 paket secara bersamaan,” jelas Agus.

Agus menyebutkan pekerjaan BBWS kontraknya sekitar 15 bulan dengan nilai Rp1,2 Triliun untuk 3 paket pekerjaan tersebut. (Dwi.foto.dok. Diskominfo Pekalongan)

Related posts