Aturan PPKM Level 4 Tidak Berubah, Walkot Bandung Berupaya Ringankan Dampak Ekonomi

Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegaiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 9 Agustus 2021 mendatang, penangan Covid-19 di Kota Bandung tidak ada yang berubah. Pemerintah Kota Bandung pun terus berupaya untuk meringankan dampak perekonomi masyarakat.

Untuk memberikan keringanan beban masyarakat yang terdampak sosial ekonomi, Ketua Komite Kebijakan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial pun berkirim surat kepada sejumlah instansi terkait. Hal itu mengingat aturan penanganan kesehatan dari pemerintah pusat cukup ketat, sedangkan perekonomian warga Kota Bandung yang semakin terpuruk.

Pernyataan tersebut Ia sampaikan saat menggelar Rapat Terbatas (Ratas) Evaluasi PPKM Level 4 secara daring dari Pendopo Kota Bandung, Selasa (03/08/2021).

“Saya sudah bersurat kepada PLN, OJK dan BPJS. Kita terus berupaya agar ada keringanan dari lembaga terkait,” ucap Oded yang juga merupakan Wali Kota Bandung.

Oded juga meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna untuk mengkaji sejumlah kelonggaran seperti pembayaran sejumlah pajak, dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah koordinasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

“Karena kebijakan pusat masih tetap, dengan adanya aspirasi masyarakat, saya sudah minta Pak Sekda membahas disinsentif pajak. Karena di satu sisi kita harus taat kebijakan pusat tapi saya juga sangat empati kepada masyarakat,” jelasnya.

Mengingat kemampuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung cukup terbatas, Oded pun meminta agar koordinasi bersama pemerintah pusat dilaksanakan lebih intensif untuk mempercepat pencairan beragam bantuan sosial.

“Dengan adanya bantuan sosial kemarin itu merupakan bukti kami sangat konsen pada persoalan Kota Bandung, khususnya warga miskin. Karena sekarang sudah diperpanjang lagi, ada bantuan pusat bisa segera dicairkan. Karena kita sudah mengeluarkan bantuan lebih dulu,” terangnya.

Oded juga telah meminta agar dilakukan kajian pemberian bansos dari APBD Kota Bandung kembali. Kendati peluangnya cukup sulit. Ia berharap ada anggaran yang bisa digeser, sekalipun torehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2021 hingga akhir Juli masih di bawah 30 persen.(Dwi)

Related posts