Awas Diplagiat dan Melanggar Hak Cipta

Konawe Selatan,Gpriority-Di era Industri 4.0 yang mewajibkan penggunaan teknologi, para pengusaha diwajibkan untuk berpikir kreatif sehingga usahanya berjalan lancar. Tak hanya itu untuk menghindari adanya plagiat dan pelanggaran hak cipta, pebisnis harus mendaftarkan usaha.

Inilah yang menjadi pembahasan dalamRangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, kembali dilaksanakan secara virtual di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (2/12). Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Pahami Hak Cipta, Lindungi Karya Digital Kita”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Duta Literasi Digital, Upi Asmaradana; Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kabupaten Konawe Selatan, Ishak Paway; Dosen Fakultas Hukum dan Ketua Konsentrasi Hukum Perdata FH Universitas Halu Oleo, Haris Yusuf; Duta Bahasa dan Wisata Provinsi Gorontalo, Akbar Rizki Datau. Adapun sebagai moderator adalah Comm Specialist Tristania Dyah. Pada program ini dihadiri oleh 735 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Beralih ke sesi pemaparan, Upi Asmaradhana hadir sebagai narasumber pertama dengan presentasi bertajuk “Digital Skill Sebuah Keniscayaan: Tantangan Masa Kini dan Masa Depan”. Upi mengatakan, di era digital ini kita harus kreatif, inovatif, dan kolaboratif. “Di era digital ini, kalau ada pihak yang mengatakan dirinya paling hebat, itu berarti dia generasi dinosaurus, karena era digitalisasi ciri khasnya kolaborasi. Semua orang setara karena akses dan platform yang digunakan setara,” tuturnya.

Selanjutnya, Akbar Rizki Datau membawakan materi dengan topik “Etika Menghargai Karya atau Konten Orang Lain di Media Sosial”. Akbar mengingatkan untuk bijak dalam menyikapi sebuah karya atau konten di media sosial (medsos). “Jangan langsung menghakimi karya yang ditemui di medsos. Lihat dulu sampai selesai. Jika kamu menyukai konten tersebut, berikan apresiasi berupa komentar positif atau tanda suka. Sebaliknya kalau tidak suka, jangan berikan tanda tak suka atau berkomentar negatif,” tandasnya.

Sebagai pemateri ketiga, Ishak Paway membawakan tema “Peran Literasi Digital Untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Ishak menyatakan perlunya gaya atau model berpikir yang kreatif, inovatif, dan produktif dengan menjadikan teknologi komunikasi sebagai mitra. “Contohnya, kita lihat saat ini usaha bisnis layanan praktis dan cepat yang berjalan hanya dengan menggunakan teknologi informasi dan digital sebagai partner,” ujarnya.

Adapun, Haris Yusuf sebagai pemateri terakhir mengupas topik “Perlindungan Hak Cipta di Ranah Digital”. Untuk melindungi diri dari pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), kata Haris, kita harus memastikan sebuah produk atau ciptaan itu belum pernah ada sebelumnya. “Hak Cipta ketika sudah diumumkan dan ditampilkan di khalayak publik itu sebetulnya sudah mendapat perlindungan, walaupun belum dicatatkan,” tuturnya.

Setelah sesi pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Dalam kesempatan tersebut, para peserta dipersilahkan mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Sebagai apresiasi, panitia menyediakan hadiah berupa uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya beruntung.
“Ketika bisnis kita sudah punya HKI, lalu ada oknum yang menjiplak, apa yang bisa kita lakukan?” tanya Titik, salah satu peserta kegiatan. Menurut Haris Yusuf, kita bisa melakukan somasi alias teguran ke orang yang patut diduga telah menggunakan merek yang sudah ada. “Kalau merek bisnis kita sudah didaftar, maka bisa melayangkan somasi dan gugatan,” tuturnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.Dyandra Promosindo)

Related posts