Amerika Serikat, GPriority.co.id – Milkshake menjadi salah satu minum favorit banyak orang. Mulai dari rasa cokelat, strawberry, hingga vanilla.
Namun penelitian terbaru mengungkapkan ada bahaya tersembunyi dibalik segelas milkshake. Hal ini diungkapkan oleh peneliti Chris Marley dan Damian Bailey dari University of South Wales belum lama ini, seperti dikutip dari The Conversation melalui NY Post, Jumat (26/9).Â
Para peneliti tersebut mengatakan jika satu gelas milkshake dapat mengganggu aliran darah ke otak, meningkatkan risiko stroke dan demensia.
Hal ini dikarenakan milkshake banyak mengandung lemak. Meski tubuh membutuhkan lemak sebagai energi serta perlindungan terhadap organ-organ tubuh, namun lemak jenuh berbeda dengan lemak tak jenuh.
Makanan atau minuman dengan tinggi lemak jenuh dapat menyebabkan lemak darah meningkat, serta dinding pada pembuluh darah mengeras. Hingga akhirnya dapat mengganggu aliran darah dan memaksa jantung bekerja lebih keras. Efek tersebut mencapai puncaknya setelah empat jam mengonsumsi milkshake.
Dalam penelitian tersebut, peneliti merekrut 20 pria berusia 18-35 tahun serta 21 pria berusia 60 dan 80 tahun. Para peneliti mengukur efektivitas pembuluh darah yang terkait dengan kesehatan jantung dan otak sebelum dan sesudah mengonsumsi milkshake.
Karena menggunakan krim kocok kental, milkshake yang disajikan kepada para responden tersebut mengandung 1.362 kalori dan 130 gram lemak.
“Temuan kami mengonfirmasi penelitian sebelumnya yang menjunjukkan bahwa makanan berlemak tinggi mengganggu kemampuan pembuluh darah yang berkaitan dengan kesehatan jantung,” ujar Marley dan Bailey.
Mereka melanjutkan, “Gangguan ini mengurangi kemampuan otak untuk meredam perubahan tekanan darah. Hal ini lebih terasa sekitar 10 persen pada lansia, dan menunjukkan bahwa otak lansia lebih rentan terhadap efek konsumsi milkshake.”
Pada penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa makanan atau minuman tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan radikal bebas yang merusak sel sekaligus menurunkan oksida nitrat, yang membantu merelaksasi pembuluh darah serta mendukung pengangkutan oksigen dan glukosa ke seluruh tubuh.
American Heart Association menyarankan untuk membatasi lemak jenuh hingga kurang dari 6 persen dari total kalori harian. Para ahli juga menyarankan untuk mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh ganda, seperti yang ditemukan dalam ikan berminyak, kacang kenari, biji-bijian, alpukat, dan minyak zaitun, yang berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung.
