Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan energi nasional tetap aman menjelang perayaan Idulfitri.
Hal tersebut disampaikan Bahlil dalam laporannya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).
“Jadi kami laporkan Bapak, untuk menyangkut dengan BBM, baik crude, LPG, maupun minyak jadi, untuk menjelang hari raya dan ke depan, insyaallah, bisa kita atasi dengan komunikasi yang baik,” kata Bahlil.
Bahlil menjelaskan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini masih berada di atas batas minimal cadangan nasional. Persediaan tersebut mencakup berbagai jenis BBM, mulai dari RON 90, RON 92, RON 98, hingga solar dan avtur yang dinilai masih mencukupi kebutuhan dalam beberapa waktu ke depan.
Meski stok dinilai aman, pemerintah tetap memperkuat upaya menjaga kedaulatan energi nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan pemanfaatan biodiesel serta mempercepat pembangunan dan pengembangan kilang minyak dalam negeri.
“Jadi RDMP kita selesaikan, ini cukup membantu kita, Pak. Mengurangi impor bensin kita 5,5 juta ton, sama BBM solar 3,5 juta,” pungkasnya.
Menurut Bahlil, pengembangan refinery dan kilang domestik merupakan strategi penting untuk meningkatkan produksi energi nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor.
“Yang pada akhirnya kemudian nanti kalau lifting kita nggak mencapai 1,6 juta, selisih antara kebutuhan crude, dan kemampuan kita lifting, itulah yang kita impor,” ujarnya.
Selain BBM, pemerintah juga memastikan pasokan LPG tetap terjaga. Bahlil menyebut pemerintah tengah menyiapkan sejumlah skenario untuk menjamin ketersediaan LPG nasional, termasuk dengan melakukan diversifikasi sumber impor dari berbagai negara.
“Jadi total LPG kita dari 100%, dari 7,6 juta impor, itu 70% kita ambil dari Amerika. 20% dari middle east, sisanya dari negara lain seperti Australia. Dengan kondisi sekarang, yang di middle east kita pecah lagi, untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain,” jelasnya.
Langkah diversifikasi tersebut dilakukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengantisipasi dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi pasokan energi dunia.
