Harga Minyak Naik, Prabowo Kaji Hemat Energi Dalam Negeri

Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3). Foto: BPMI Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3). Foto: BPMI

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto menyiapkan langkah penghematan energi nasional menyusul potensi kenaikan harga minyak dunia akibat konflik antara Iran dan Israel.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).

“Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan. Kita Alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan yang mendasar,” ujar Prabowo dikutip laman resmi Presiden.

Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk mempercepat ketersediaan bahan bakar nasional. Namun, ia menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk menghemat konsumsi energi.

“Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, kita bersyukur kita aman. Tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” tutur Prabowo.

Menurut Kepala Negara, sejumlah negara saat ini telah mengambil langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian global. Salah satunya dengan menerapkan kebijakan penghematan energi serta pengaturan pola kerja.

“Seolah-olah bahwa ini bagi mereka seperti kita dulu waktu Covid. Mereka melaksanakan work from home, kerja dari rumah untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50 persen bekerja dari rumah,” imbuh Kepala Negara.

Prabowo juga meminta para menteri dan pejabat terkait untuk segera melakukan kajian mengenai kebijakan efisiensi energi yang dapat diterapkan di dalam negeri.

Ia menilai langkah penghematan menjadi strategi penting untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.

“Maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa mengkaji masalah ini. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya 2 sampai 3 tahun kita akan sangat kuat. Tapi tetap kita harus hemat konsumsi,” ujar Presiden Prabowo.

Selain isu energi, Presiden juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan fiskal negara. Ia berharap pemerintah mampu mengendalikan defisit anggaran bahkan menargetkan anggaran negara yang seimbang.

“Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit. Sasaran kita adalah APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita harus balance budget itu paling ideal dan itu saya kira kita bisa lakukan,” imbuh Kepala Negara.