Bangga Buatan Indonesia

Makasar,Gpriority-Produk dan Pariwisata Indonesia tidak kalah dengan buatan luar negeri. Untuk itulah kita harus berbangga diri.
Guna menumbuhkan semangat tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo),Siberkreasi dan Dyandra Promosindo mengangkat tema “Jadi Penjelajah Wisata, Bangga Budaya Indonesia” di dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang dilaksanakan secara virtual pada 11 November 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan.
Acara yang diikuti oleh 588 peserta dari berbagai kalangan akan dipandu Ginar Ayuningtyas selaku moderator serta menghadirkan empat narasumber, di antaranya Afiya Fisca Alycia selaku pemengaruh, Mughni Fikri Alkamil selaku Entrepreneur, Ery Iswary selaku dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, dan Iradat Wirid selaku Center for Digital Society/ CIDS UGM.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya, sesi pemaparan materi dimulai dengan narasumber pertama yaitu Afiya Fisca Alycia yang membawakan tema “Etika Menghargai Karya atau Konten Orang Lain di Media Sosial”. Afiya memaparkan beberapa masalah yang terjadi di media sosial, misalnya plagiat dan pembajakan konten, perundungan, boikot, dan apatisme. “Ada etika dalam mengunggah karya orang lain di media sosial, di antaranya mencantumkan sumber, meminta izin kepada kreator, dan mengucapkan apresiasi langsung terhadap kreator tersebut,” terangnya.
Mughni Fikri selaku pemateri kedua membawakan tema “Kecakapan Digital”. Ia membuka sesi kedua dengan memaparkan sejarah dunia digital beserta problematikanya. “Terkait kecakapan digital, beberapa daftar pekerjaan yang sedang tren di dunia digital, misalnya penulis konten, videografer, fotografer, editor video, dan admin sosial media,” kata dia.
Pemateri ketiga yaitu Ery Iswary mengusung tema “Memperkenalkan Budaya Indonesia Melalui Literasi Digital”. Ia menjelaskan alasan pentingnya mengenalkan budaya Indonesia melalui literasi digital, salah satunya sebagai bukti sejarah yang dapat dikemas secara unik dan menarik dalam bentuk digital untuk sosialisasi global. “Selain memberi pengaruh positif, internet juga memiliki dampak negatif, salah satunya adalah tergerusnya budaya lokal,” ujarnya.
Adapun pemateri terakhir pada sesi hari ini adalah Iradat Wirid dengan tema “Fitur dan Potensi Bahaya yang Ada di Sekitarnya”. Sebagai pembicara penutup, Iradat menjelaskan jenis-jenis kejahatan siber, yakni ransomware, pencurian data pribadi, pembobolan data lembaga, dan pengelabuan (phising). “Salah satu tips untuk melindungi diri dari kejahatan digital adalah memisahkan nomor telepon dan alamat surat pribadi dengan yang profesional,” pesan dia.
Selanjutnya, Ginar Ayuningtyas selaku moderator memandu sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh peserta. Dalam kesempatan tersebut, peserta dipersilahkan mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. Sepuluh penanya beruntung berhak mendapatkan hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 dari panitia.
Salah satu pertanyaan menarik dari peserta adalah mengenai kesadaran masyarakat akan hak cipta yang masih minim. Menurut Afiya, hal ini terjadi karena kurangnya edukasi dan orang-orang menganggap bahwa mengunggah karya orang lain merupakan hal yang biasa.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (Hs.Foto.Dyandra Promosindo)

 

Related posts