Begini Cara Ampuh Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital

Makassar,Gpriority-Pandemi Covid-19 membuat semua masyarakat bergantung pada digitalisasi. Tak hanya membawa dampak positif,digitalisasi juga membawa dampak negatif terutama bagi anak-anak dan kaum perempuan yakni pelecahan seksual.

Hal ini pulalah yang menjadi topik pembahasan dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia,Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo.

Dalam acara yang dilaksanakan secara virtual pada 23 November 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan tema yang diangkat adalah “Lawan Pelecehan Seksual di Ruang Digital”. Kegiatan webinar yang bekerjasama dengan Universitas Fajar Makassar kali ini diikuti oleh 760 peserta.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini, yakni Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Unifa Soraya Firdausy S.I.Kom. M.I.Kom; Dosen Ilmu Komunikasi Unifa Dr Hj Andi Vita Sukmarini S.I.Kom M.I.Kom; Dosen Ilmu Komunikasi Mariesa Giswandhani S.Sos M.I.Kom; dan Influencer Masitah Aspahh. Sedangkan moderator yaitu Ginar Ayuningtyas selaku spesialis komunikasi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan video Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Materi pertama dibawakan Soraya Firdausy dengan tema “Positif, Kreatif, dan Aman di Internet”. Menurut dia, perkembangan teknologi digital cukup mempengaruhi pola perilaku masyarakat, misalnya dalam berkomunikasi, mencari dan menyebarkan informasi, sekaligus memunculkan generasi audiens. “Setiap orang punya cara mengekspresikan diri di media sosial, tapi harus ingat postingan itu mencerminkan kepribadian,” katanya.

Selanjutnya, Andi Vita Sukmarini menyampaikan paparan “Pelecehan Seksual di Dunia Digital”. Ia mengatakan, untuk menghindari pelecehan seksual di dunia maya, beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain, meningkatkan kesadaran dan pengetahuan, tidak berbagi lokasi terkini agar tidak diretas, serta berhati-hati memilih teman di akun media sosial, serta mengatur privasi akun. “Mengatur privasi akun jejaring media sosial untuk menghindari penyalahgunaan informasi,” imbuh dia. 

Pemateri ketiga, Mariesa Giswandhani, memaparkan materi “Aku, Kamu, dan Jempol”. Menurut dia, berdasarkan laporan Digital Civility Indec (DCI) dikatakan bahwa tingkat kesopanan warganet asal Indonesia cukup rendah, bahkan paling rendah se-Asia Tenggara. Untuk selalu beretika di media sosial, yakni dengan mengajarkan batasan dan cara mengatur privasi. “Dari data terakhir, kekerasan gender berbasis online akan meningkat 40% pada tahun ini,” ujarnya,

Adapun Masitah Aspahh, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan materi “Berani Lapor Kejahatan Siber”. Ia mengatakan, bentuk pelecehan seksual digital, misalnya sex-testing, penyebaran foto sensual, body shaming, serta bentuk penipuan. Kiat dalam menghadapi pelecehan seksual misalnya, tegas menyatakan tidak untuk ajakan seksual atau jangan menyimpan pengalaman pelecehan seorang diri.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Ginar Ayuningtyas. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 40 penanya terpilih.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satunya, Sarimukti yang bertanya tentang rendahnya peringkat kesopanan warganet Indonesia, dan upaya agar bisa beretika di media sosial. Menanggapi hal tersebut Mariesa Giswandhani bilang, tingkah laku baik di dunia maya maupun di dunia nyata sejatinya tidak berbeda. Setiap orang harus menjaga etika dan kesopanannya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.Dyandra Promosindo)

Related posts