Begini Cara Menghindari Bahaya Berita Hoax

Wajo, Gpriority-Belakangan ini berita hoax marak terjadi. Untuk itulah di dalamRangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo topik yang dibahas mengenai berita hoax.

Adapun tema yang diangkat di dalam Webinar secara virtual yang dipusatkan di Wajo, Sulawesi Selatan adalah “Mengenal dan Menangkal Hoax”. Kegiatan yang diikuti oleh 397 peserta ini diadakan secara gratis.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Adyaksa Vidi Wirawan selaku Fact Checker Liputan6.com, Runi Virnita Mamonto selaku Digital Brand Communication dan Social Media Specialist, Irwan Idris selaku Regional Editor IDN Times Sulawesi Selatan, dan Fauzan selaku Asisten Editor Liputan6.com sekaligus pegiat Literasi Digital Makassar. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Shinta Ardhany. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Adyaksa Vidi Wirawan yang membawakan tema “Mengenal dan Menangkal Hoaks”. Dalam materinya, Adhyaksa membagikan fakta yang menyebut bahwa berita hoaks mengenai Covid-19 paling banyak tersebar luas di media sosial Facebook. Pada akhir sesi, Adyaksa juga memberikan beberapa tips agar terhindar dari hoaks, seperti memeriksa ulang kebenaran pesan sebelum diteruskan dan mencermati pesan yang tampak tidak biasa. “Biasakan kritis dan skeptis kala menerima informasi kemudian bandingkan isinya dengan sumber lain yang terpercaya,” urainya.

Berikutnya, Runi Virnita Mamonto menyampaikan materi berjudul “Sudah Tahukah Kamu Dampak Penyebaran Berita Hoaks?”. Runi menuturkan bahwa setiap informasi yang masuk ke pikiran kita akan disaring dulu di bawah alam sadar. Ketika alam bawah sadar seseorang meragukan sesuatu, kemudian ia mendapat pesan hoaks terkait keraguannya itu, ia akan langsung percaya karena hal tersebut mewakili pemikirannya. “Hoaks dapat menyerang menyerang aspek kognitif, lalu berlanjut ke psikologi, dan akhirnya berdampak sosial,” imbuhnya.

Sebagai pemateri ketiga, Irwan Idris membawakan tema tentang “Menyampaikan Pendapat di Internet”. Menurut Irwan, banyak pengguna media sosial yang tidak sadar bahwa pendapatnya dapat merugikan orang lain. Oleh karena itu, pengguna internet perlu memperhatikan aturan dalam bermedia sosial, seperti etika berkomunikasi; menghindari isu SARA, pornografi, dan kekerasan; mengecek validitas informasi; serta mengapresiasi karya orang lain. “Ingat pula untuk tidak menyebar informasi pribadi terlalu banyak,” tegasnya.

Adapun Fauzan, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Fauzan mengatakan bahwa kita harus berinternet sehat karena aktivitas di internet masih tergolong bebas. Perilaku berinternet sehat dilakukan agar terhindar dari ancaman bocornya informasi pribadi, perundungan siber, dan pornografi. “Walaupun sudah ada UU ITE yang mengatur, namun pasal pada UU ITE masih terbilang karet,” ujarnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Salah satu peserta, Sengku Iftar, bertanya tentang cara untuk mengecek kevalidan suatu informasi. Menurut Adhyaksa, kita harus mengecek sumber informasi tersebut lebih dulu karena media besar akan menyunting isi berita berkali-kali sebelum diunggah. “Kita juga harus membaca isi berita secara keseluruhan karena seringkali hoaks dapat terjadi akibat seseorang hanya membaca berita dari judulnya saja,” pesannya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hd.Foto.dok.Dyandra Promosindo)

 

Related posts